Sekilas bangunan ini tampak menakjubkan. Lokasinya yang berada tepat menghadap ke arah laut tentu sangat strategis. Belum lagi pemandangan alamnya yang hijau siap membuat siapa pun yang menginap betah berada di sana.
Sayang, sejak bangunan ini selesai dibuat sampai sekarang, tak ada seorang tamu pun yang datang untuk memesannya. Bukan tanpa alasan mereka tak berani memesannya tapi sejarah bangunan hotel ini siap membuat siapa pun yang mengetahuinya akan tercengang.
Awal pembangunan ini bermula dari ambisi Partai Nazi yang ingin menciptakan bangunan yang super megah. Tujuannya untuk menunjukan seberapa besar kekuatan mereka.
Pembangunan dilakukan mulai dari pabrik, monumen, sekolah, kamp, dan situs propaganda. Satu bangunan yang masuk dalam pembangunan mereka adalah hotel.
Hotel Prora menjadi satu bangunan yang dibangun oleh rezim Nazi. Konstruksi hotel ini pertama kali dimulai lebih dari 70 tahun yang lalu di Pulau Rugen, Jerman.
Adolf Hitler saat itu menginginkan sebuah resor yang mewah dimana di dalamnya tak cuma ada hotel tapi juga bioskop, teater, ruang konser dan dermaga untuk kapal melabuh.
Tujuan pembangunan ini cukup baik yakni ingin memberikan liburan terjangkau bagi pekerja. Desain Prora sendiri dibuat oleh arsitek Clemens Klotz dibawa pengawasan kepala arsitek Nazi Albert Speer yang pernah memenangkan penghargaan Grand Prix Paris World Exposition pada 1937.
Konstruksi dimulai pada 1936 dan dikerjakan 9.000 pekerja. Hasilnya, hotel ini memiliki 10.000 kamar yang dapat menampung 20.000 tamu. Penginapan ini terbagi menjadi 8 blok bangunan dengan panjang sejauh 4,5 km.
Hotel Prora ini dibangun sekitar 150 meter dari pantai. Semua kamar memiliki ukuran yang sama dengan dua tempat tidur dan pemandangan ke arah laut. Koridor dibangun pada sisi barat dan ada toilet serta kamar mandi komunal di setiap lantai.