LHOKSEUMAWE - Dua nelayan yang melaut di perairan Dewantara, Aceh Utara, 1 Desember 2016 lalu, dan sempat dinyatakan hilang, akhirnya ditemukan oleh awak boat "Syahaya…
LHOKSEUMAWE – Dua nelayan yang melaut di perairan Dewantara, Aceh Utara, 1 Desember 2016 lalu, dan sempat dinyatakan hilang, akhirnya ditemukan oleh awak boat “Syahaya Malam” di perairan Kuala Idi, Aceh Timur.
Kedua nelayan itu Puput, 26 tahun, asal Berandan, Suamtera Utara, yang sekarang menetap di Pulo Aceh, dan Yushasbi, warga Bluka Teubai, Kecamatan Dewantara, kini beralamat di Blang Pidie. Keduanya ditemukan dalam kondisi lemah, Selasa, 6 Desember 2016.
“Mereka ditemukan oleh nelayan Idi Aceh Timur dalam kondisi masih hidup di perairan Kuala Idi,” kata Camat Dewantara Amir Hamzah kepada portalsatu.com, Selasa, siang.
Amir menyebutkan, setelah mendapat perawatan medis di RSUD Zubir Mahmud Idi Aceh Timur, Puput langsung dijemput pulang ke Bluka Teubai. Sementara Yushasbi sedang dilakukan penjemputan.
Menurut Amir, Yushasbi yang sudah beberapa hari terombang-ambing di laut ditemukan oleh awak boat Syahaya Malam milik nelayan Idi sekitar 45 mil dari pantai.
“Kondisi Yushasbi sangat lemah dan pucat hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Zubir Mahmud untuk mendapat perawatan medis,” ujar Amir.
Amir menjelaskan, kejadian berawal pada Rabu, malam, lalu. Keduanya meminjam perahu mesin milik kawannya, Helmi, warga setempat untuk melaut.
“Panglima Laot Dewantara, Didi Darmadi dan beberapa tokoh gampong mengatakan pada Kamis siang masih berjumpa sesama nelayan, sekitar 40 mil dari pantai Bluka Teubai. Entah bagaimana kejadiannya, kemudian mereka berpisah di laut lepas hingga akhirnya ditemukan nelayan Idi bersandar pada boh teng atau pelampung,” kata Amir.
Amir turut bersyukur kedua nelayan itu ditemukan dalam kondisi selamat. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu korban, mulai Panglima Laot Dewantara, perangkat Gampong Bluka Teubai, Panglima Laot Idi, nelayan, awak boat Syahaya Malam, dan Camat Nurussalam, Aceh Timur Drs. Zainuddin, ujarnya.[]