TANPA terasa Ramadhan sebentar lagi akan melambaikan ucapan selamat tinggal dan menandakan bulan Syawal akan menyapa kita yang di kenal dengan aidul fitri.
Malam idul fitri merupakan diantaranya malam yang mulia dan sangat banyak kelebihan dan kemuliaan di malam tersebut. Bahkan baginda nabi Muhammad Saw sangat menekankan untuk memuliakan malam itu, hal ini sesuai dengan sabda beliau, berbunyi:
“Dari Ubadah Ibn Shamit r.a. Sungguh Rosulullah SAW bersabda: Barangsiapa menghidupkan malam Idul Fitri dan malam Idul Adlha, hatinya tidak akan mati, di hari matinya hati.” (HR.Thabarani)
Membuktikan sesuai dengan hadist diatas menghidupkan malam hari raya (lebaran) hati kita tidak akan mati di kala orang telah mati hatinya.
Argumen diatas di perkuat oleh perkataan baginda nabi dalam hadist lainnya, disebutkan dari Abi Umamah r.a, dari Nabi SAW, bersabda: “Barangsiapa beribadah di dua malam Hari Raya dengan hanya mengharap ALLAH, maka hatinya tidak akan mati pada hari matinya hati. (HR. Ibnu Majah).
Menghidupkan Malam Aidhul Fitri
Malam yang mulia para ulama terdahulu telah memuliakan malam tersebut denga beberapa amaliah sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Abdul Hamid Al Qudsi, diantara amalan tersebut yaitu:
Memperbanyak Shalat Sunat
Merespon ukuran dalam menghidupkan malam hari raya, Syaikh Al Hafni berkata: Ukuran minimal menghidupkan malam bisa dengan Shalat Isya berjamaah dan meniatkan diri untuk jamaah Shalat Shubuh pada besoknya. Atau memperbanyak shalat sunnah dan bacaan-bacaan dzikir. Diantara dzikir yang paling di anjurkan di malam hari raya adalah bacaan takbir.
Memperbanyak Istighfar
Syaikh Al Wannai dalam risalahnya: Barangsiapa membaca istighfar seratus kali (100×) setelah Shalat Shubuh di pagi Hari Raya, maka akan dihapus dosa-dosanya di dalam buku catatannya, dan pada hari kiamat akan aman dari siksa.
Memperbanyak Tasbih
Diantaranya amaliah pada malam hari raya menurut Syaikh Al Wannai berupa memperbanyak tasbih. Beliau menyebutkan :”Barangsiapa membaca ,
subhaanallah wabihamdihi 100 kali pada Hari Raya, dan menghadiahkan pahalanya untuk ahli kubur, maka para ahli kubur berkata,Wahai Dzat Yang Maha Penyayang, rahmatilah ia, dan jadikanlah ia ahli surga.
Sementara itu Syaikh Al Fasyni juga berkata dalam Tuhfatul Ikhwan: Dari Sahabat Annas, dari Nabi SAW, bersabda (yg artinya): Hiasilah dua Hari Raya dengan tahlil, taqdis, tahmid dan takbir. Nabi juga bersabda :” Barangsiapa yang membaca:Subhaanallah wabihamdihi 300 kali dan dia menghadiahkan untuk muslimin yg sudah wafat, maka seribu cahaya akan masuk di setiap kuburan, dan Allah akan memasukkan seribu cahaya ke kuburnya jika dia meninggal”
Memperbanyak Tahlil, tasbih dan zikir lainnya
Syaikh Az Zuhri berkata: Sahabat Anas r.a. berkata, Nabi SAW bersabda (yg artinya): “Barangsiapa di dua Hari Raya mengucapkan: Laa ilaha illah wahdahu lasyariika lagi, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu biyadihil khairi wa huwa ' ala kulli syain qadiir, sebanyak 400 kali sebelum Shalat Ied, maka Allah SWT akan menikahkannya dg 400 bidadari, seakan memerdekakan 400 budak, dan Allah SWT mewakilkan para malaikat untuk membangun kota-kota dan menanam pohon-pohon untuknya di hari kiamat.
Amalan tersebut selalu beliau kerjakan selama dalam hidupnya. Ini berdasarkan pengakuan beliau sendiri Syaikh Az Zuhri , : Aku tidak pernah meninggalkannya semenjak aku mendengarnya dari Sahabat Anas r.a. Dan Anas r.a. dahulu juga berkata: Aku tidak pernah meninggalkannya semenjak aku mendengarnya dari Nabi SAW.
Sumber: kitab Kanzun Najah Was Surur, karya Syaikh Abdul Hamid Al Qudsi.[]