TERKINI
HEALTH

Hikmah Nuzulul Quran

Alquran diturunkan melalui tiga tahapan. Pertama, Alquran diturunkan dari sisi Allah SWT ke al-Lauh al-Mahfuz. Kedua, dari al-Lauh al-Mahfuz ke Bait Al-‘Izzah di langit dunia.…

HELMI SUARDI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.1K×

Alquran diturunkan melalui tiga tahapan. Pertama, Alquran diturunkan dari sisi Allah SWT ke al-Lauh al-Mahfuz. Kedua, dari al-Lauh al-Mahfuz ke Bait Al-‘Izzah di langit dunia. Ketiga, dari Bait al-’Izzah kepada Rasulullah SAW.

Menurut para ulama, pada fase ketiga itu Alquran diturunkan secara langsung kepada Rasulullah melalui malaikat Jibril. Berdasarkan surat Asy-Su’ara’ ayat 193-195, “Dia  diturunkan oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas”. (Q.S. asy-Syu’ara’ 193-195). 

Proses diturunkan Alquran kepada Rasulullah berlangsung secara bertahap selama 23 tahun sesuai dengan kebutuhan menurut kejadian yang terjadi.

Alquran diturunkan sekaligus ke ‘Baitul Izzah’ di langit ke dunia pada malam ‘Lailatul Qadar’. Sedangkan Alquran yang diturunkan ke bumi dan diterima Rasullullah sebagai wahyu terjadi secara berangsur-angsur selama sekitar 23 tahun. (Imam Qashthalani, kitab Mawahib Laduniyah: 196).

Adapun hikmah Alquran diturunkan secara berangsur-angsur, di antaranya: Pertama, Alquran tidak diturunkan sekaligus kepada nabi untuk lebih menyempurnakan hafalan. Karena kalau Alquran diturunkan sekaligus dalam bentuk kitab yang sudah tertulis maka mungkin minat untuk menghafal akan lebih kurang. Kedua, Rasulullah bukanlah ahli menulis, sehingga Rasulullah tidak mungkin menulis wahyu yang diturunkan, maka kalau seandainya Alquran diturunkan langsung sekaligus akan ada kemungkinan terjadi lupa. 

Ketiga, kalau Alquran diturunkan sekaligus, maka berarti syariat Islam diturunkan sekaligus kepada umat, ini tentu saja sangat memberatkan umat. Dengan diturunkan secara berangsur-angsur, proses pensyariatan hukum terjadi secara bertahap dan perlahan-lahan sehingga akan lebih mudah diterima.

Keempat, untuk memperlihatkan bahwa Alquran itu benar-benar mukjizat yang tak mampu ditandingi oleh manusia. Karena kalau ada manusia yang mampu membuat tandingan Alquran maka sungguh akan ada manusia yang menciptakan Alquran dalam jangka waktu. Kelima, dengan diturunkan wahyu secara berangsur melalui malaikat Jibril yang merupakan perantara antara Allah dan Rasul-Nya merupakan satu martabat yang tinggi. Maka akan ada kemungkinan apabila Alquran sekaligus diturunkan kepada Rasulullah, kedudukan tersebut akan hilang karena telah habisnya penurunan wahyu. (Imam ar-Razi, Tafsir Mafatihul Ghaib: XXIV:457).[]

HELMI SUARDI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar