KEHIDUPAN di dunia ini diwarnai oleh bermacam fenomena yang menimpa kita. Ada kalanya sehat dan terkadang sakit, atau musibah kerap menyelimuti kita.
Kita sebagai Muslim tentunya bersaudara. Dalam agama kita saat seseorang menimpa musibah atau sakit, dianjurkan untuk bertakziah. Para ulama dalam mendefinisikan taziyah mempunyai beragam redaksi namun substansinya masih dalam satu koridor.
Syekh Ibnu Abidin dalam kitab Radd al Mukhtar menyebutkan: Bertaziyah kepada ahlul mayyit (keluarga yang ditinggal mati) maksudnya ialah, menghibur mereka supaya bisa bersabar, dan sekaligus mendoakannya.
Sementara itu Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Azkar mengatakan “takziyah” merupakan memotivasi orang yang tertimpa musibah agar bisa lebih bersabar, dan menghiburnya supaya bisa melupakannya, meringankan tekanan kesedihan dan himpitan musibah yang menimpanya. (Kitab Al Adzkar, Imam An-Nawawi, h.126).
Menjenguk orang sakit mempunyai pahala yang sangat besar bahkan Allah pun akan memerintahkan sang malaikat untuk mendoakan mereka yang melakukan takziyah. Penjelasan ini sebagaimana disebutkan dalam hadist Nabi SAW yang berbunyi: Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba. (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah ).