SUBULUSSALAM – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kota Subulussalam naik mencapai Rp.1.500 per kilogram dari sebelumnya Rp.1.200 per kilogram, sejak tiga hari terakhir.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Subulussalam, Ir Netap Ginting melalui pesan singkat, mengatakan, kenaikan harga TBS di wilayah Subulussalam disebabkan meningkatnya permintaan minyak sawit mentah (CPO) dari luar negeri, terutama Tiongkok dan India. 

“TBS melonjak naik karena banyak permintaan dari negara luar, terutama India dan Tiongkok,” ujarnya, kepada portalsatu.com Minggu 27 Maret 2016.

Juga penyebab lainnya adalah program B-20 biodiesel yang sudah diterapkan oleh pemerintah pusat, dengan menjadikan CPO sebagai bahan bakar. Setiap satu liter solar menggunakan 20 persen minyak sawit mentah.

Dia menjelaskan, kenaikan TBS berdampak positif terhadap perekonomian warga, apalagi usaha sawit menjadi sumber mata pencarian mayoritas masyarakat di Kota Subulussalam. 

harga TBS di tingkat pabrik, maka uang beredar di masyarakat dari jual beli sawit sekitar Rp1,9 miliar lebih tiap hari,” katanya. 

Netap menambahkan, meningkatnya produksi buah sawit mencapai 1.200 ton/hari, dibandingkan sebelumnya hanya 900 ton, tidak terlepas dari upaya petani merawat kebun dengan baik. 

“Dulu buah sempat menurun, sekarang sudah meningkat karena perawatan kebun sudah maksimal. Dengan produksi sawit sekarang 1.200 ton sudah bisa memenuhi kebutuhan untuk tiga pabrik di Subulussalam,” paparnya.

Laporan:Wahda