LHOKSUKON –   Anggota Komite III DPD RI, Sudirman atau Haji Uma mengunjungi korban amukan gajah yang mengungsi di Kantor Kecamatan Pintu Rime Gayo, Minggu, 1 November 2015. Dalam kunjungan tersebut Haji Uma juga menyerahkan bantuan sembako.

“Pemerintah harus cepat tanggap. Ada 55 Kepala Keluarga (KK) dengan 163 jiwa yang nasibnya masih terkatung-katung di pengungsian. Rumah dan kebun mereka hancur. Itu artinya mereka kembali ke titik dasar (nol),” kata Haji Uma kepada portalsatu.com, Minggu, 1 November 2015 malam.

Menurut pantauannya, kondisi kesehatan pengungsi cukup baik tanpa kekurangan makanan. Namun demikian, ia menyesalkan ketidakpedulian pemerintah terkait nasib para pengungsi tersebut.

“Mereka memang butuh tempat untuk mengungsi. Tapi yang paling dibutuhkan adalah respons atau bantuan pemerintah untuk pengusiran gajah liar tersebut agar kembali ke habitatnya, yaitu hutan. Rumah dan kebun mereka telah hancur, di mana pemerintah,” ujar Haji Uma.

Diakui Haji Uma, untuk menurunkan tim Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) memang dibutuhkan biaya yang besar. Namun, itu bukan alasan menelantarkan masyarakat yang nasibnya kini kian tidak jelas.

Ditambahkan, jika memang pemerintah kabupaten tidak ada dana, koordinasikan dengan provinsi. Demikian juga jika provinsi tidak ada dana, dapat dikoordinasikan dengan Pusat melalui kementerian terkait.

“Tidak ada alasan tidak ada dana. Apa pun masalah, pasti ada solusi. Kondisi ini sudah berlangsung dua tahun, bahkan empat warga meninggal dunia akibat serangan gajah. Apa harus menunggu korban lainnya,” tegas Haji Uma.

Seperti diketahui, ratusan warga Dusun Sejahtera, Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, terpaksa diungsikan ke aula Kantor Camat setempat, Jumat, 30 Oktober 2015 akibat serangan kawanan gajah liar.[] (*sar)