BANDA ACEH Presiden Wadah Pencerdasan Umat (WADAH) Malaysia, Dr Ahmed Azam Abdul Rahman, dijadwalkan mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI), di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Rabu, malam 19 Oktober 2016, Pukul 20.30 Wib, usai shalat Isya.
Dalam pernyataannya di media-media, Ahmad Azam mengatakan, Presiden Turki, Recep tayyip Erdogan, telah menjadi orang paling berpengaruh di dunia, dan paling masyhur, di antara Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan AS, Barack Obama.
Pengaruh Erdogan tersiarkan secara luas di seluruh dunia, bahwa ia telah berhasil melakukan transformasi Turki modern, dan negara lemah menjadi negara kuat bidang ekonomi, militer, dan sebagainya.
Yang membuat Erdogan dan bangsa Turki berada di atas rata-rata negara lain di dunia pada masa ini adalah, Erdogan dan Turki berhasil melawan propaganda dunia yang memburukkan Islam. Negara dua benua ini mampu kembali menjadi pembela negara Islam yang tertindas, menjadi pempimpin di kawasan Timur Tengah yang muslim, sekaligus menjadi mitra penting yang diperhitungkan oleh kekuatan dunia yang tidak menyukai Islam.
Bagaimana Umat Islam Harus Bersikap Dengan Presiden Recep Tayyib Erdogan?
Sebagaimana disiarkan abim.org.my, aktivis inteltual muslim di Malaysia, Ahmad Azam, memberikan pandangannya tentang Bagaimana umat Islam harus bersikap dengan Presiden Recep Tayyib Erdogan untuk masa ini.
Bagaimana Harus Bersikap untuk Presiden Recep Tayyip Erdogan? Ini penjelasan Ahmad Azam:
Pertama, Husnu Zhann atau bersangka baik dengan beliau dulu. Jangan terlalu terburu dan ingin nampak lebih tahu sedangkan sumber berita hanya didapat dari internet dan media. Media dunia (Baca Barat) sedang menyerang Erdogan dengan menggambarkan Erdogan sebagai seorang diktator, hendak kembali menjadi Sultan Uthmaniyyah yang ditakuti mereka, bakal membawa Turki ke zaman gelap, boros dan segala-galanya jelek dan menjijikkan.
Kudeta 15 Juli 2016 adalah untuk membunuh Erdogan. Ini sudah terang, apalagi nak bersuluh! Mengapa Erdogan ingin dibunuh? Karena ingin kembali kepada Islam. Karena ekonomi Turki semakin menandingi kekuatan ekonomi Barat. Karena menyuburkan semangat umat, Biz Bir Ümmetiz, Kita Satu Umat. Pelarian Syria dilindungi, Rohingya dibela, Palestina dibantu, Somalia dibangun, itu dia antara banyak contoh.
Turki di bawah Erdogan mempunyai visi untuk kembali mengangkat Islam menjadi kuat yang tak mudah dibuli dan dihina. Jadi, kalau anda nak mengkritik, sebaiknya pertimbangkan dengan baik. Jangan sampai menimbulkan kebencian kepada Erdogan sebagaimana yang diingini oleh musuhnya. Memang Erdogan punya kelemahan di sana sini. Ia dibesarkan di KasimPasa, pinggiran Istanbul yang sosok penduduknya terkenal sebagai kaki gaduh. Keberanian inilah yang mewarnai kepemimpinan Erdogan. Erdogan bukan maksum.
Tapi carilah kalau ada pemimpin dunia Islam yang berani macam dia. Punya visi macam dia. Membangunkan negara macam dia. Membantu umat Islam tertindas macam dia. Coba berikan satu nama seorang pemimpin kalau ada! Kita doakan Erdogan terus diberi hidayah dan kekuatan oleh Allah SWT.
Inilah sepatutnya orang Islam bersikap dengan Erdogan yang sedang bergelut menyelamatkan Turki dari dihancurkan dari dalam dan dari luar. Aku isytiharkan hari ini 'Aku fanatik dengan Erdogan.' Ini antara intipati yang aku bicarakan semalam di UNISEL.
Ahmed Azam Abdurrahman, mengatakan, Fethullahist Teror Organisasi (Feto) menerapkan taktik yang sama di seluruh dunia.
Mereka telah menargetkan anak-anak keluarga elit supaya masuk ke sekolah mereka, ketika mereka pertama kali tiba di Malaysia. Mulai anak para pejabat pemerintah senior di Malaysia sampai merambah anggota keluarga sultan,” katanya, sebagaimana disiarkan Anadolu Agency.
Sebuah delegasi dari IDBS, asosiasi yayasan negara-negara Islam, tiba di Ankara setelah kudeta gagal 15 Juli untuk memberikan dukungan ke Turki. Rombongan diterima kemarin oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.
Negara-negara Islam berada di bawah pengaruh media Barat yang membuat berita palsu tentang tentang Presiden Recep Tayyip Erdogan, katanya dalam jumpa beberapa waktu lalu.
Kunjungannya ke Turki untuk menemui Presiden Erdogan dan pakar politik, Nurman Kurtumus.