SAWANG – Hutan lebat yang terdapat di Gampong Damar Bulan, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, ternyata dihuni hewan liar seperti rusa. Hewan mamalia ini sering diburu masyarakat setempat. Selain diambil dagingnya untuk dimakan atau dijual, tanduknya pun bisa dijadikan perhiasan di rumah.
Muhammad Nur, S.Pd, salah satu masyarakat yang tinggal di Kecamatan Sawang, mengatakan saat libur pada hari minggu pernah ikut berburu rusa di hutan Gampong Damar Bulan.
Seperti kemarin, dari pagi Minggu hingga malam Senin saya ikut berburu ke hutan. Awalnya saya berfikir, rusa salah satu hewan yang dilindungi dan tidak boleh diburu, apalagi saya seorang guru sangat menyadari hal itu. Namun setelah saya ikuti, ternyata masyarakat setempat tidak melakukan perburuan secara liar. Mereka memilih lokasi yang cocok dan mencari rusa yang sudah berumur, kemudian hanya menangkap satu atau dua ekor rusa saja, ujar M Nur, Selasa, 9 Februari 2016.
M Nur mengatakan, setelah berburu dari pagi hingga menjelang malam, akhirnya satu ekor rusa liar pun didapatkan di tengah hutan.
Barulah keesokan harinya kami memasaknya bersama-sama. Daging rusa berserat sangat halus, lezat dan sangat empuk. Dan saat memasak serta menyantapnya bersama-sama terbangun rasa sosial sesama masyarakat, kata guru SDN 2 Sawang ini.
M. Nur mengatakan, gulai daging rusa khas Damar Bulan memang sangat terkenal dari dulu. Masyarakat di sini selalu memasaknya dengan menggunakan bumbu kampung khas Aceh tanpa menggunakan bahan penyedap yang modern, sehingga cita rasanya siapa saja pasti akan menyukainya.
Damar Bulan selalu mewariskan kepada anak-anak dan remaja di sana untuk menghargai makanan khas mereka agar menjadi warisan budaya untuk generasi selanjutnya, katanya.[](tyb)
Penulis adalah Baihaki, warga yang melakukan ekspedisi ke pedalaman Sawang, Aceh Utara.