SABANG - Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mengajak segala pihak (stake holder Kawasan Sabang) untuk terus meningkatkan kunjungan turis asing ke Sabang. Hal itu disampaikan Gubernur…
SABANG – Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mengajak segala pihak (stake holder Kawasan Sabang) untuk terus meningkatkan kunjungan turis asing ke Sabang.
Hal itu disampaikan Gubernur Aceh yang diwakili Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh (Bainprom) Iskandar Zulkarnain, di hadapan 100 peserta Forum IMT-GT Sabang Smart Travel, di Pantai Gapang, Sabang, Rabu, 3 Agustus 2016.
Ketua panitia Sabang Smart Travel, Agus Salim, 'IMT-GT Sabang Smart Travel Forum' ini digelar oleh Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) sejak tanggal 3 – 4 Agustus, bekerjasama dengan Bainprom Aceh dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh.
Dalam sambutanya, Gubernur Zaini Abdullah menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2016, Sabang sudah disinggahi 15 kapal pesiar dan puluhan kapal layar yang datang silih berganti.
“Bagi Pemerintah Aceh, kedatangan berbagai kapal pesiar ke Sabang menjadi bukti bahwa Sabang sangat potensial dikembangkan dalam lingkup Asia Tenggara. Sehingga diharapkan seluruh peserta Forum IMT-GT Smart Travel bisa saling bekerjasama untuk mempromosikan Sabang sebagai salah satu lokasi strategis pengembangan pariwisata tingkat ASEAN,” kata Gubernur.
Sementara itu, Kepala BPKS Sabang Ir. Fauzi Husen dalam sambutanya menjelaskan, pihaknya terus melakukan berbagai pembangunan infrastruktur untuk mendukung dunia pariwisata Sabang, di antaranya membangun Marina Yacht di Lhok Weng, revitalisasi situs sejarah Sabang (heritage), pembangunan ikon Nol Kilometer dan peremajaan Danau Aneuk Laot.
“Selain itu, BPKS juga saat ini sedang memacu pengembangan pembangunan fisik pelabuhan penyeberangan ferry Balohan Sabang sebagai pintu masuk wisata nasional dan internasional,” kata Fauzi melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com.
Halal Tourism dalam forum IMT-GT Sabang Smart Forum ini, BPKS menghadirkan para ahli di bidang pengembangan pariwisata berasal dari Malaysia, Thailand dan Indonesia sendiri. Halal Tourism menjadi issu utama yang mengemuka dalam forum IMT-GT Sabang Smart Forum ini.
Salah seorang pembicara dari Faculty of Hotel And Tourism Management Universiti Teknolog MARA, Puncak Alam Campus SELANGOR, MALAYSIA, Assoc. Prof. Dr Noráin Othman menjelaskan, 'halal tourism' menjadi issu utama dunia pariwisata 10 sampai 40 tahun ke depan adalah wisata berbasis syariah.
Bahkan, katanya, di Thailand sendiri yang mayoritas populasinya bukan Muslim hebatnya sudah memiliki sistem sertifikasi halal tourism yang sudah diakui dunia.
“Agak kondradiktif dengan negeri yang mayoritas penduduknya Muslim tapi tempat wisata halal buat makan saja sangat sulit dicari atau bikin bingung para turis muslim,” katanya.
Pihak pemerintah Malaysia pun, katanya, saat ini sedang terus meningkatkan pelayanan wisata berbasis syariah dan terus mengenjot tingkat kunjungan wisatawan Muslim dunia datang ke Malaysia. Selain issu masalah 'halal tourism', agenda konektivitas antara negara IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand) juga mengemuka dengan adanya agenda pembukaan jalur transportasi laut dan udara seperti Sabang-Ranom- Langkawi dan Sabang -Phuket Langkawi.[](ihn)