Pemerintah Aceh tetap dan akan terus berupaya sekuat tenaga agar hakikat dari perdamaian, yakni kesejahteraan dan kemakmuran, dapat tercapai.
BANDA ACEH – Gubernur Aceh Zaini Abdullah, dalam sambutan yang dibacakan oleh Dr Muzakkar A Gani SH, MSi, mengingatkan agar sejarah perdamaian yang telah diraih dengan susah payah tidak dilupakan oleh generasi yang akan datang. Pasalnya sejarah perdamaian tersebut merupakan guru dalam mencapai kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Aceh.
Inilah yang menjadi alasan utama mengapa kita selalu memperingati Perdamaian Aceh setiap tahunnya. Sejarah tidak boleh dilupakan, karena ia merupakan pembelajaran yang terbaik bagi kita dalam melanjutkan kehidupan selanjutnya, katanya.
Menurut Gubernur, Pemerintah Aceh tetap dan akan terus berupaya sekuat tenaga agar hakikat dari perdamaian, yakni kesejahteraan dan kemakmuran, dapat tercapai.
Pemerintah dalam hal ini tentu tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan keterlibatan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam upaya mewujudkan capaian pembangunan sebagaimana yang menjadi cita-cita kita semua, katanya.
Gubernur mengatakan, sejak ditandatanganinya MoU Helsinki 10 tahun yang lalu, masyarakat Aceh sudah dapat merasakan lansung manfaat dari perdamaian.
Sepuluh tahun ini bukanlah waktu yang sangat singkat. Namun tidak dapat pula dikatakan terlalu lama. Dengan kata lain, usia perdamaian Aceh masih sangat muda, ujarnya.
Usia muda identik dengan upaya mencari jati diri menuju kesempurnaan dan kedewasaan. Tamsil ini amatlah tepat untuk menggambarkan situasi kehidupan masyarakat kita di era damai ini, dimana kita masih harus terus berupaya menjaga dan merawat perdamaian, dan mengisinya dengan kerja keras pantang menyerah, kata Gubernur.
Pada sambutan tersebut, Gubernur Aceh juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya, terutama kepada pihak panitia pelaksana, jajaran SKPA, UIN Ar-Raniry, Unsyiah, lembaga donor, para ulama, tokoh masyarakat dan peserta pameran, budayawan dan seniman. Dia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras dan memberikan kontribusinya demi kesuksesan penyelenggaraan kegiatan ini.
Menurut hemat saya, ini merupakan cara yang amat baik, karena di samping kita meneguhkan kembali komitmen untuk mengisi perdamaian dengan sebaik-baiknya melalui konferensi internasional, semangat perdamaian dan pelestarian budaya kita juga semakin terbangkitkan dengan kegiatan seni dan budaya ini. Mudah-mudahan, segala amal baik saudara dibalas dengan ganjaran yang berlipat ganda dari Allah SWT, kata Gubernur.[]