BANDA ACEH – Tarmilin Usman dilantik menjadi Ketua PWI Aceh periode 2015-2020 di Anjong Mon Mata, dekat Rumah Dinas Gubernur Aceh, Senin malam, 11 April 2016.
Pelantikan PWI dan pelantikan IKWI (Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia) dihadiri Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah, Ketua DPD I Partai Golkar TM. Nurlif, Aminullah Balon Wali Kota Banda Aceh, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'addudin Djamal, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, sekretaris IKWI, tokoh-tokoh masyarakat Aceh dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya Tarmilin Usman sangat berterima kasih kepada Gubernur Aceh Zaini Abdullah yang menyempatkan diri untuk bisa hadir dalam pelantikan PWI.
Gubernur Baru saja pagi tadi menghadiri acara di Jakarta tetapi langsung balik untuk menghadiri acara pelantikan ini,” kata Tarmilin.
Tarmilin mengatakan, dalam menghadapi pemilukada ke depan, kepada kawan-kawan media haruslah menjaga netralitas, jangan memihak kepada siapapun.
Tetaplah menjaga tugas jurnalistik sesuai dengan undang-undang yang berlaku dan kode etik yang sudah ada,” ujarnya.
Tarmilin mengatakan, wartawan itu harus cerdas, dan dia mengharapkan ke depan semua wartawan yang ada di Aceh ini sudah lulus uji kompetensi, tidak ada lagi wartawan yang tidak jelas surat kabar.
Sasongko yang mewakili Ketua PWI pusat mengatakan, PWI di Aceh adalah PWI yang aktif dan berprestasi. PWI adalah organisasi wartawan yang tertua di Indonesia, beranggotakan 15.000 orang, tersebar di seluruh Indonesia.
Syarat utama menjadi anggota PWI ialah harus mempunyai sertifikat kompetensi wartawan tanpa harus memiliki pendidikan formal. Ke depan program PWI pusat menyelenggarakan uji kompetensi dan memperbaiki diri karena sudah saatnya setelah berusia 70 tahun PWI terus meningkatkan harkat dan martabatnya. Semoga pengurus PWI Aceh yang sekarang ini dilantik bisa mempertahankan prestasi pada periode sebelumnya,” kata Sasongko.
Gubernur Aceh Zaini Abdullah yang hadir dalam pelantikan ini mengucapkan selamat kepada pengurus baru dan semoga PWI Aceh terus berperan dalam membina melindungi dan mendorong peningkatan kapasitas anggotanya.
Dengan adanya organisasi ini tentunya sebagai wadah untuk berkumpul membina, mendidik dan meningkatkan kapasitas wartawan agar tugas-tugas jurnalis tidak lagi berbelok arah,” kata Zaini.[](tyb)
Laporan: Ramadhan