Gubernur tidak boleh mengintervensi keputusan partai, ini kan urusan rumah tangga kami. Jadi, saya harap Gubernur Aceh, Pak Zaini untuk banyak membaca tentang fungsi partai apa, fungsi DPR apa, dan…
BANDA ACEH Pimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan Karya (Golkar) Aceh menuding Gubernur Aceh Zaini Abdullah telah semena-mena mengintervensi partai beringin itu.
Hal tersebut disampaikan Muntasir Hamid, Sekretaris Partai Golkar Aceh dalam jumpa pers, di kantornya, Minggu, 8 Oktober 2015, terkait surat permohonan Gubernur Aceh untuk menganulir usulan pemberhentian Sulaiman Abda dari jabatan Wakil Ketua DPRA.
Ia mengatakan persoalan reposisi Sulaiman Abda dari jabatan Wakil Ketua DPRA adalah mutlak urusan partai dan tidak boleh diintervensi oleh Gubernur Aceh.
Keliru jika ada yang menganggap bahwa Mendagri menolak keputusan partai dalam mereposisi Sulaiman Abda, karena isi suratnya mengatakan bahwa pemberhentian Sulaiman Abda dari jabatannya belum dapat ditindaklanjuti karena menghormati penyelesaian hukum yang sedang berlangsung, ucap Muntasir Hamid.
Dalam persoalan ini, ia mengatakan Gubernur Aceh telah menyelewengkan kebijakannya. Karena, menurut Muntasir Hamid, Gubernur tidak boleh mengintervensi urusan rumah tangga partai.
Gubernur tidak boleh mengintervensi keputusan partai, ini kan urusan rumah tangga kami. Jadi, saya harap Gubernur Aceh, Pak Zaini untuk banyak membaca tentang fungsi partai apa, fungsi DPR apa, dan peran gubernur apa, kata Muntasir Hamid.[]