JANTHO – Gubernur Zaini Abdullah mengatakan ada beberapa kebiasaan buruk sebagian pelaku wisata di Aceh. Diantaranya masih ada pengelola tempat wisata yang menerapkan tarif atau harga berlebihan kepada para wisatawan.

“Mereka tidak sadar bahwa cara itu justru akan membuat wisatawan trauma datang kembali ke tempat ini. Hal-hal seperti ini harusnya dihindari. Mari kita terapkan kebijakan yang Islami dengan tidak menerapkan harga berlebihan kepada para wisatawan,” kata Gubernur Zaini, seperti dibacakan oleh Staff Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Bustami Hamzah, pada pembukaan Aksi Sapta Pesona 2015 dan Bersih-Bersih Pantai Lampu’uk, Lhoknga, Sabtu, 19 Desember 2015 kemarin.

Dengan semangat Islami itu, Gubernur meyakini para pengunjung akan terkesan dan dengan sendirinya akan kembali, bahkan imbas positifnya mereka akan mempromosikan dunia wisata Aceh kepada kolega dan famili di tempat asal mereka.

Doto Zaini juga menekankan tentang pentingnya menjaga suasana bersih dan nyaman di lokasi wisata. Dengan lingkungan yang bersih, suasana yang biasa akan terlihat indah. Sebaliknya, seindah apapun kawasan itu, jika tidak bersih pasti akan dijauhi banyak orang karena tidak nyaman.

“Oleh karena itu, kampanye menjaga lingkungan wisata yang bersih harus terus didengungkan. Untuk menjalankan kampanye ini, kita berharap agar masyarakat dan pengelola wisata kompak dan bersatu agar semangat bersih terus menggema,” ujarnya.[]