BANDA ACEH — Komunitas Griya Schizofren Aceh (GSA) sebagai salah satu komunitas peduli kesehatan jiwa kembali mengadakan pelatihan untuk generasi kedua. Pelatihan berlangsung di Gedung PSIB Unsyiah, Sabtu-Minggu, 4-5 November 2017.
Ketua GSA Yelli Sustarina mengatakan, para peserta berasal dari kalangan mahasiswa dan eks-mahasiswa dari berbagai latar jurusan.
“Sebelum diterima sebagai Griya Schizofren generasi kedua, mereka terlebih dahulu mengikuti seleksi dengan mengisi form yang telah disediakan dan mengikuti wawancara. Dari seleksi tersebut hanya sepuluh orang yang diterima dari 35 orang yang mendaftar,” ujar Yelli melalui keterangan tertulis, Senin, 6 November 2017.
Selama dua hari peserta mendapat pembekalan mengenai pengenalan GSA, public speaking, kesehatan jiwa, dan menganalisa kasus gangguan jiwa yang terjadi berdasarkan pemberitaan media. Peserta juga mendapatkan materi mengenai active listening, teori kepribadian, community branding, dan menyusun program yang akan mereka lakukan selama enam bulan ke depan.
“Pelatihan ini bertujuan untuk memberi gambaran kepada peserta terkait kegiatan yang pernah dibuat Griya Schizofren Aceh sebelumnya, dan membekali mereka ketika diterjunkan langsung untuk menjalankan program yang mereka susun terkait kesehatan jiwa.”
Kegiatan ini merupakan proyek dari Griya Schizofren Aceh untuk melibatkan kepedulian dan peran aktif para pemuda terkait isu kesehatan jiwa. Griya Schizofren Generasi kedua ini diharapkan dapat menjalankan program yang disusun sesuai dengan perencanaan yang mereka buat untuk memberikan dampak positif terhadap isu kesehatan jiwa di Aceh.[]