KULINER Aceh cukup beragam. Setiap daerah di Aceh memiliki khasanah masakan khas tersendiri. Namun, kini sudah jarang terdengar, padahal cita rasa yang dimiliki tidak kalah lezat dengan kuliner moderen.
Salah satu masakan yang masih sering dihidangkan adalah asam keu'eng (asam pedas). Masakan yang hampir dimiliki setiap daerah di Indonesia, tapi namanya berbeda. Di Aceh masakan rasa asam pedas ini terdapat di setiap daerah, seperti wilayah Gayo yang dikenal dengan sebutan masam jeng. Tentu rasanya berbeda, karena bila asam keu'eng itu terdapat rasa dengan asam belimbing, sedangkan di Gayo menggunakan jeruk masam (bukan jeruk nipis) atau asam tomat.
Lantas, bagaimana dengan asam keueung produk Aceh Besar? Kabupaten ini sebagai daerah kuliner di mana mayoritas masyarakatnya mengkonsumsi jenis ikan laut seperti tongkol dan bandeng yang diolah menjadi satu menu masakan asam keu'eng yang kaya akan zat gizi.
Rasa asam pada asam keu'eng-nya berasal dari belimbing wuluh segar dan belimbing wuluh yang sudah digaramkan (diasinkan) ataupun biasa disebut dengan asam sunti.
Menurut Tria Ayu Lestari, AMD.GZ., alumni Poltekkes Kemenkes Aceh jurusan gizi (2014), bahan dasar membuat asam keu'ueng yaitu dari sumber protein hewani yaitu ikan tongkol. Ikan tongkol kaya akan zat gizi. Seperti pada 2 potong sedang ikan tongkol (100 gr) memiliki kandungan gizi Energi :113 kkal, Protein : 17 gram, Lemak 4.5 gram, Calsium 20 miligram, Fe 20 miligram dan Vitamin A 150 miligram, Vitamin B 0.05
Ahli gizi yang cantik itu menjelaskan, ikan bandeng juga bisa dijadikan bahan dasar dalam pembuatan asam keu'eng. Menurut penelitian yang dilakukan Denoarto, ikan bandeng memiliki kandungan omega 3 lebih banyak dari pada ikan lain. Selain omega 3 protein pada bandeng sebesar 20.38 % lebih tinggi dari dari ikan lain.