BANDA ACEH – Ghazali Abbas Adan mengatakan, kisruh antara eksekutif dan legislatif Aceh terkait Rancangan APBA 2016 harus segera berakhir. Senator Aceh ini menilai hal itu penting agar perputaran perekonomian di Tanoh Nanggroe ini bisa berjalan lanjar demi kesejahteraan masyarakat jika APBA direalisasikan tepat sasaran.
Pernyataan itu disampaikan Ghazali Abbas Adan di sela-sela acara memperingati 11 tahun tsunami di Gampong Cot Langkuweuh, Kecamatan Meuraksa, Kota Banda Aceh, Sabtu, 26 Desember 2015.
Bertempat di balai pengajian Tgk. Kuala TPA Al-Ikhlas gampong itu, masyarakat setempat menggelar zikir, doa dan tausiah disampaikan Ghazali Abbas Adan.
11 tahun sudah kita memperingati tsunami, ini wujud bahwa kita tidak pernah lupa dengan musibah besar yang pernah melanda Aceh pada 26 Desember 2004 silam, kata Ghazali Abbas Adan, dikutip dari siaran pers diterima portalsatu.com.
Ghazali menyebut musibah itu juga memberikan hikmah yang besar kepada masyarakat Aceh, yaitu selesainya konflik berkepanjangan di Aceh. Apa yang sudah didapat sekarang, jangan disia-siakan. Perdamaian ini harus dirasakan oleh seluruh masyarakat Aceh, jangan hanya kelompok tertentu saja yang menikmatinya, ujar dia.
Pembangunan pascatsunami dan dana Otsus harus untuk kesejahteraan rakyat. Apalagi dana Otsus untuk Aceh akan berakhir pada tahun 2027. Juga menyangkut keamanan, jika Aceh aman, tentu akan mudah masuknya para investor, kata Wakil Ketua Komite IV DPD RI ini.
Sementara itu, ketua panitia kegiatan itu Alfian menjelaskan, selain zikir dan doa, peringatan tsunami tahun ini juga dilakukan pemberian santunan berupa uang kepada 12 anak yatim.[]
