SIGLI – Gerakan Pidie Mengajar bekerja sama dengan Partai Aceh (PA) Sagoe Teupin Raya, Kecamatan Glumpang Tiga menggelar pelatihan Smart Teaching Awareness (STA) bagi guru PAUD, TK dan SD. Pelatihan STA itu untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah UPTD VI, meliputi Kecamatan Glumpang Tiga dan Glumpang Baro, Pidie. Kegiatan tersebut digelar di halaman PAUD Permata Aceh, Gampong Sukon Baroh, Teupin Raya, 23 Januari 2017.

Tidak kurang 150 pengajar dari UPTD VI mengikuti pelatihan STA tersebut. Turut hadir Bunda PAUD Pidie, Hj. Rohana Razali, S.Tp., yang merupakan istri Bupati Pidie nonaktif H. Sarjani Abdullah dan Elfina Hafni, istri Wabup nonaktif M. Iriawan, S.E., serta jajaran LSM Putroe Aceh wilayah Pidie.

Pelatihan STA tersebut dibuka Kepala UPTD Glumpang Tiga, Drs. Abdullah dan Pimpinan Dayah As'jadi Darussa'adah Kreut Teumpeun, Teupin Raya Tgk. M. Jafar M. Yahya.

Ketua PA Sagoe Teupin Raya, Mahfuddin Ismail, S.Pd.I, M.A.P., dalam sambutannya, menegaskan pentingnya pendidikan terutama bagi generasi penerus di Pidie secara umum dan Teupin Raya secara khusus. “Pendidikan merupakan faktor utama pembangunan peradaban,” kata Mahfuddin yang juga Ketua Komisi A DPRK Pidie.

Dalam program ini, PA Sagoe Teupin Raya dan Gerakan Pidie Mengajar memberikan edukasi mengenai bagaimana menciptakan suasana belajar mengajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Sehingga pelajaran akan lebih mudah diserap dan dipahami siswa.

“Harapan kami semoga melalui pelatihan ini Partai Aceh Sagoe Teupin Raya bisa berkontribusi dalam menambahkan nilai positif bagi perkembangan pendidikan di Pidie,” ujar Mahfuddin, dikutip dari siaran pers diterima portalsatu.com, 25 Januari 2017.

Fasilitator Smart Teaching Awareness (STA) Bunda Hetti Zuliani, S.Pd., M.Pd., CHt. Cl., yang juga Dosen FKIP Konseling Unsyiah sekligus Pembina/Owner PAUD Permata Aceh Sukon Baroh, Teupin Raya dalam materinya menyampaikan tujuan lain dari pelatihan ini ingin menumbuhkan kesadaran guru untuk meningkatkan kualitas dalam bekerja dan mengajar. Sebab guru menjadi role model dalam berpikir, berkata dan berperilaku positif.

“Didorong  untuk menjadi lebih kreatif dalam mengadakan kegiatan belajar mengajar. Pada intinya, guru-guru peserta pelatihan diajak untuk meninggalkan cara-cara konvensional yang cenderung identik dengan cara mengajar yang kaku dan membosankan,” kata Hetti Zuliani yang juga istri dari Mahfuddin Ismail.[](rel)