TAKENGON – Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRak) Gayo, Aramiko Aritonang, menyebutkan reses anggota DPR Aceh sarat kepentingan politik pribadi dan sepihak. Dia mencontohkan dengan reses sejumlah anggota DPR Aceh dari wilayah Gayo yang dinilai tidak membawa dampak memuaskan bagi masyarakat.
Menurut Aramiko banyak keluhan mendesak masyarakat Gayo terkesan diabaikan dewan. Beberapa poin penting menjadi keluhan diantaranya kebutuhan air bersih yang sulit dipenuhi, dan minimnya pendukung untuk keberlangsungan kopi Gayo.
“Kita menilai reses dewan hanya bentuk seremoni dan momen politik, untuk menjaga pendukung setia agar tetap dipilih pada pemilihan berikutnya. Politik yang sehatlah, jangan agenda reses pun dijadikan kesempatan untuk berkampanye,” kata Aramiko di Takengon, Minggu, 17 April 2016.
Ia menilai, pemerintah juga lalai dalam menangani pemetaan hutan lindung di Gayo. Ini berakibat pada bertambahnya lahan perkebunan baru yang dibuka masyarakat setiap harinya.
Dia mengatakan anggaran yang dikucurkan untuk reses anggota DPR Aceh sangat besar. “(Jadi) sudah sepatutnya para dewan untuk memperjuangkan aspirasi rakyatnya ke Pemerintah Aceh agar dapat terealisasi,” katanya.[](bna)