BANDA ACEH - Pusat Seni Unsyiah membuka ruang kreatifitas seni dan pengetahuan dengan pihak luar dan dalam kampus dalam acara ''Harmoni Kampus @ Lib'' yang rencananya…
BANDA ACEH – Pusat Seni Unsyiah membuka ruang kreatifitas seni dan pengetahuan dengan pihak luar dan dalam kampus dalam acara ''Harmoni Kampus @ Lib'' yang rencananya dilaksanakan setiap bulan di Gedung Perpustakaan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
Acara itu dirancang dalam Sosialisasi dan Penyempurnaan Konsep serta Konsolidasi Detail Persiapan Teknis program kegiatan “Harmoni Kampus @ Lib”, di Ruang Seminar ICAIOS/PPISB Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Senin, 30 Januari 2017 sore.
Ketua program, Ari Pahlawi, mengatakan, Harmoni Kampus @ Lib adalah kolaborasi presentasi pakar, produksi seni dan partisipasi massa, menuju pemberdayaan kampus sebagai inti bertumbuhnya lingkungan yang maju bagi peradaban di sekitarnya.
“Ini program kerjasama antara Perpustakaan dan Pusat Seni Unsyiah (Universitas Syiah Kuala) ini akan bergulir tiap-tiap Jum'at, minggu ke-2 setiap bulan, mulai pukul 20:30 hingga 22:00 WIB. Terlaksana atas keterlibatan sumber daya akademisi, penggiat seni, dan seluruh pemangku kepentingan terkait lainnya,” kata dosen seni di Unsyiah ini.
Ari mengatakan, 'Harmoni Kampus @ Lib' semester ini akan membidik sejumlah fokus, di antaranya, pertama, OH TOEFl! pada 10 Februari 2017; membahas aneka 'kesemerawutan' pencapaian angka terbaik Toefl bersama pakar pengembangan kemampuan berbahasa Asing di Aceh, berikut Pentas Puisi berbahasa Inggris dengan kolaborasi Pertunjukan Instrumen Musik Tunggal (Classical Music).
“Acara keduanya, Kampus dan Petani, 10 Maret 2017, meninjau keserasian ikhwal pembelajaran di Perguruan Tinggi dengan kepeduliannya terhadap permasalahan-permasalahan sosial di kehidupan nyata sekitarnya. Nyanyian akustik yang bertemakan kritik sosial akan dikumandangkan khusus mengiringi diskusi konstruktif pemberdayaan kampus bagi kemaslahatan ummat,” kata Ari.
Acara ketiga, kata dia, bertema 'Mahasiswa: Riwayatmu Kini?' 14 April 2017. Acara ini menampilkan
puisi-puisi Wiji Tukul dan Rendra, tentang segelintir catatan yang merekam betapa kritis dan merdekanya mahasiswa masa lalu, yang sadar akan tanggungjawabnya sebagai agen pembaharu bangsa, untuk kehidupan yang bermartabat. Diskusi akan dipandu oleh pengalaman pergerakan mahasiswa yang berkompetisi dengan capaian IPTEKS dan persaingan terkini antar bangsa dunia.
“Acara keempat, bertajuk 'Tata Kelola Kelembagaan Universitas/Perguruan Tinggi' pada 12 Mei 2017. Membicarakan, apa sesungguhnya yang dimaksud dengan Universitas itu? Atau nama-nama sedersjat lainnya yang berhimpun sebagai ciri dari yang disebut dengan Perguruan Tinggi itu? Apa saja unsur yang bergerak dalam Tata Kelola Perguruan Tinggi?” kata Ari.
Dan, kata dia, bagaimana keseluruhan unsur yang ada bergerak untuk capaian tingkatan perguruan tinggi yang dapat dikatakan berhasil?
“Sementara itu, sajian Pertunjukan Musik Paduan Suara akan dipersiapkan secara khusus untuk mengimbangi impresi seharusnya, betapa megahnya akal dan pengetahuan yang seharusnya terus berkembang di sebuah lembaga yang bernama Perguruan Tinggi ini,” kata Ari.
Acara kelima, kata dia berajuk ''Unity in diversity'' pada 16 Juni 2017. Ini adalah tema yang yang tidak memperkarakan mengapa kita kita tumbuh berbeda, melainkan bersyukur untuk selalu unggul dalam perbedaan, dan kokoh membentuk karakter bangsa terdepan di antara perserikatan bangsa bangsa lainnya- yang juga berbeda. Pertunjukan musikalitas etnik Nusantara akan menjadi pilihan produksi seni yang akan ditampilkan dalam diskusi ini.
“Acara keenam, bertajuk ''Dan Apa itu Seni?'' pada 14 Juli 2017; tidak sekedar membahas tentang kesederhanaan ciri dan perlengkapan yang dimanfaatkan seni, sebagai sekedar media ungkapan pesan dan gagasan melalui tubuh, bunyi, suara, rupa, bahasa dan sastra, namun juga nilai-nilai diluar daya artistiknya, termasuk nilai kependidikannya sebagai nutrisi akal dan batin, hingga potensi nilai ekonominya yang berdaya jual tinggi,” kata Ari Pahlawi, yang merupakan kandidat doktor musikologi Universitas Monash University, Australia ini.[]