BANDA ACEH - Tanda pagar #GampongTanyoe kini mulai wira-wiri di media sosial seperti Facebook dan Instagram. Tagar ini dibuat untuk mempromosikan program yang dibuat Pusat Kajian…
BANDA ACEH – Tanda pagar #GampongTanyoe kini mulai wira-wiri di media sosial seperti Facebook dan Instagram. Tagar ini dibuat untuk mempromosikan program yang dibuat Pusat Kajian Internasional tentang Aceh dan Lautan Indian (ICAIOS) bekerja sama dengan I Love Aceh. Seorang pengusaha muda Aceh, Hijrah Saputra terlibat sebagai konseptor dan turut mempromosikan tagar tersebut di berbagai kesempatan.
#GampongTanyoe merupakan media promosi potensi, hal-hal yang menarik di tempat kita (Aceh) yang terkadang menurut kita biasa-biasa saja, kata Hijrah Saputra, kepada portalsatu.com, Jumat, 15 Januari 206.
Hal yang terkesan biasa-biasa saja bagi masyarakat lokal, kata Hijrah, bisa jadi menjadi luar biasa bagi orang-orang di luar Aceh. Lewat sosialisasi #GampongTanyoe diharapkan berbagai hal menarik dan positif tentang Aceh bisa diinformasikan ke publik.
Nah nantinya data tersebut yang sudah terkumpul bakal dikompilasi untuk informasi kota, kata Cut Abang Sabang 2008 ini.
Bagi pengguna sosial media yang ingin berpartisipasi pada program positif ini caranya sangat mudah. Cukup dengan berbagi foto-foto menarik tentang sebuah gampông/desa dilengkapi dengan foto Anda. Jangan lupa cantumkan tagar #GampongTanyoe dan beri keterangan untuk foto-foto yang diunggah.
“Siapa tau info yang kita berikan bermanfaat untuk orang lain. ditunggu ya postingan #GampongTanyoe,” kata Hijrah mengutip keterangan di akun Instagramnya.
Membuat positif Aceh memang cita-cita besar Hijrah. Tak heran jika ia sangat gencar mempromosikan Aceh dalam hal apa saja. Entah itu di bidang wirausaha, kepemudaan, ataupun pariwisata. Berbagai aksi yang dilakukannya telah mengantarkan Hijrah mendapatkan banyak prestasi.
Pada akhir 2015 lalu misalnya, Hijrah terpilih mewakili Aceh yang termasuk dalam 32 anak muda yang membuat perubahan di Indonesia versi United Nations Fund for Population Activities (UNFPA), lembaga Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang fokus pada populasi.
Namanya pun tercantum pada Booklet 2015 yang dikeluarkan UNFPA. Booklet tersebut diterbitkan UNFPA tiap tahunnya dengan tema yang berbeda. Saya dari Aceh sendiri, ada beberapa bidang di sana, kalau saya pada bidang Entrepreneur and Graphic Designer, kata pria yang akrab disapa Heiji ini.
Heiji dianggap telah membuat perubahan di Indonesia versi UNFPA karena dinilai telah melahirkan kegiatan dan konsep-konsep positif yang dikembangkan di Aceh. Misalnya membentuk organisasi The Leader, Young Leaderpreneur, Rumah Kreatif, Wirausaha Muda Mandiri Chapter Aceh, serta kegiatan yang berhubungan dengan pelatihan desain dan menumbuhkan semangat berwirausaha.
Alhamdulillah pada 2015 lalu juga mendapatkan penghargaan Marketeers of The Year pada bidang Creative Economy dari Markplus Institute, perusahaan marketing terbesar di Asia milik Hermawan Kertajaya, ujar Founder Rumah Kreatif Sabang ini.[] (ihn/*sar)