IDI RAYEUK – Konflik gajah dengan manusia kembali terjadi di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.
Informasi dihimpun portalsatu.com, lebih 50 gajah liar menganggu permukiman warga setempat. Dilaporkan 15 rumah ambruk dirusak binatang bertenaga turbo itu.
Ada 53 gajah liar masuk ke perkampungan kami, saat ini banyak kebun warga dirusak, bahkan rumah kami pun ikut rusak akibat amukan gajah,” ujar Junaidi saat diwawancarai portalsatu.com sekitar pukul 15.00 WIB, Minggu, 8 November 2015 di lokasi kejadian.
Rumah Junaidi dirusak gajah pada Sabtu, 7 November 2015, dinihari. Menurutnya, sekitar pukul 03.00 WIB dinihari itu, sekawanan gajah merusak rumahnya hingga rata dengan tanah. Akibat kejadian itu, ia memperkirakan kerugian mencapai Rp30 juta.
Tiba-tiba sekumpulan gajah itu masuk dan merusak rumah-rumah warga, salah satunya rumah saya,” kata Junaidi.
Junaidi menyebut masyarakat setempat telah berupaya mengusir gajah liar tersebut. Namun kali ini, kata dia, jumlah gajah sangat banyak, sehingga warga kewalahan mengusir binatang berbadan lebar itu.
Sudah banyak cara yang kami lakukan, mulai kita giring dan kita kejar mengunakan mercon dan meriam bambu, namun kami agak sulit mngusirnya, karena gajahnya lumayan banyak, katanya.
Junaidi menambahkan, gajah liar tersebut juga merusak belasan hektar tanaman milik masyarakat seperti pohon karet, coklat/kakao, dan sawit.
Sedikitnya 15 hektare yang dirusak gajah, itu masih banyak yang tidak terhitung, apalagi potensi gangguan gajah liar dalam beberapa pekan ini semakin banyak, katanya.
Beberapa hari ini, lanjut Junaidi, aktivitas warga sempat terhenti karena merasa takut datangnya kelompok gajah lainnya. Kata dia, hingga saat ini belum tampak upaya antisipasi dari pihak terkait, termasuk Pemerintah Aceh Timur.
Kami tidak berani berkebun, karena ketakutan datang gajah lagi. Kami berharap kepada pemerintah yang menangani masalah ini segera mencari cara menyelesaikan konflik gajah dengan masyarakat, baik Pemerintah Aceh Timur dan pihak terkait lainnya, katanya.[]