SIGLI – Bunga  (nama samaran), gadis remaja di Kabupaten Pidie menjadi korban pemerkosaan lima pria sekampung dengan korban. Tiga pelaku masih di bawah umur, dua lagi pria dewasa. Salah satu pelaku, ayah tiri korban.

Kelima pelaku berinisial, Y, M dan I yang masih di bawah umur dan berstatus pelajar. Sedangkan Fah, 22 tahun, pengangguran, dan Sun, 52 tahun, ayah tiri korban. Setelah ditangkap oleh warga, Kamis, 7 April 2016, kelima pelaku diserahkan ke Polsek Geumpang, Pidie, Jumat,  8 April 2016, sekira pukul 03.00 WIB dini hari. Saat diserahkan ke polsek, Fah dan Sun babak belur dihajar massa.

Kapolres Pidie, AKBP Muhajir, S.IK., M.H., melalui Kasat Reskrim AKP. P Hararap, Sabtu, 9 April 2016 kepada portalsatu.com, mengatakan, kelima pelaku kini sudah diamankan di Polres Pidie guna proses lebih lanjut.  “Kita segera proses kasus ini. Hari ini juga akan kita panggil orang tua pelaku yang masih di bawah umur,” terangnya.

Terbongkarnya kasus itu, lanjut Harahap, berawal dari kecurigaan nenek korban dengan perubahan wajah Bunga yang pucat dan perut mulai besar. Atas kecurigaan itu sang nenek melaporkan kepada ibu korban untuk menanyakan kepada Bunga. “Ibu korban membawa korban ke bidan untuk diperiksa, ternyata hasil pemeriksaan bidan, korban hamil lima bulan,” katanya .

Menurut Harahap, ibu korban kemudia melaporkan hal itu kepada geuchik dan ketua pemuda gampong guna menyelidiki siapa pelaku yang telah mengancurkan masa depan anaknya itu. Geuchik dan ketua pemuda lantas menggali informasi pada korban. Dari pengakuan korban mengarah kepada lima pelaku termasuk ayah tiri korban, Sun.

Berdasarkan keterangana korban, kata Harahap, kasus pemerkosaan itu pertama dilakukan oleh pelaku Y, di rumah kakeknya pada  Desember 2015 silam. “Pengakuan korban kepada warga dia diperkosa oleh Y pada Desember 2015,” terang Kasat Reskrim.

Setelah itu, lanjut Harahap, Y kembali melakukan pemerkosaan pada waktu terpisah. Bunga juga mengaku disetubuhi  pelaku lainnya berulang kali hingga ia kini hamil lima bulan.

Setelah mengetahui informasi itu dari korban, kata Harahap, masyarakat menjemput kelima pelaku untuk diperiksa. Semua pelaku mengakui perbuatannya, kecuali Sun yang mengaku hanya memegang saja, tidak menyetubuhi korban. Warga selanjutnya menyerahkan pelaku ke Polsek Geumpang guna diproses hukum.[]