BIREUEN – Salah seorang petani di kawasan desa Juli Menasah Tambo, kabupaten Bireuen, Aceh, membudidayakan tanaman lada rambat jenis bongsor yang telah hilang selama berpuluh tahun di kabupaten Bireuen.
Fuadi, petani lada mengatakan bahwa tanaman bibit lada yang di tanam ini sudah berumur sekitar dua tahun yang merupakan penanaman perdana yang dibudidayakan olehnya. Tanaman lada yang dibudidayakan di kawasan ini yaitu lada lada rambat jenis bongsor yang memiliki biji lebih besar di bandingkan lada biasa.
Menurut Fuadi, lada bongsor tersebut lebih praktis di bandingkan lada biasa, baik dalam proses panen maupun proses perawatannya, dalam satu kilogram lada bonsor ini hanya empat ratus karangan saja, jika lada biasa bisa mencapai enam ratus karangan dalam satu kilogram.
Jarak penanaman lada rambat harus diberi jarak antara 2 meter kali 2,5 meter, dengan masa panen mulai dari umur 8 bulan sampai 2 tahun hingga 2,5 tahun setelah ditanam.