PEKANBARU – Organisasi Front Pembela Islam (FPI) membubarkan secara paksa forum diskusi yang digelar kelompok diskusi Batas Arus Pekanbaru, Jaringan Filsafat Islam (Jakfi) Pekanbaru, dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), di Pusat Kegiatan HMI di Jalan Melayu, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.
Pemateri diskusi yang didatangkan dari Yogyakarta, AM Safwan, dijemput paksa oleh rombongan FPI tanpa persetujuan panitia. Ada kabar, tindakan FPI dilakukan karena mereka mengira diskusi itu akan membahas soal aliran Syiah.
Kami sangat menyesalkan adanya pembubaran tersebut, bahkan pemateri dipaksa dan dibawa pergi tanpa persetujuan penyelenggara, kata Koordinator Acara, Diman, kepada Tempo, Minggu, 3 April 2016.
Diman menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada Jumat 1 April 2016 malam, sekitar pukul 20.00 WIB. Diskusi ini sendiri merupakan agenda rutin kelompok diskusi Batas Arus Pekanbaru. Adapun tema diskusi yang diusung adalah: “Perempuan sebagai Rumah Cinta, Air Mata dan Kebangkitan. Sebuah Upaya Mendekatkan Identitas Perempuan Indonesia yang Progresif, Historis dan Spiritual.
Menurut Diman, rombongan FPI sebenarnya turut hadir di lokasi sejak sebelum acara dimulai. Ketika itu, sempat terjadi percakapan antara pembicara yakni AM Safwan, dengan beberapa utusan FPI. Para tamu itu meminta diskusi dihentikan. AM Safwan sudah menyanggupi permintaan itu, ujar Diman.
Namun tidak berselang lama, kata Diman, sekitar 50-an massa FPI langsung melakukan sweeping dan membawa pergi AM Safwan tanpa diketahui panitia. Kami tidak tahu pemateri dibawa kemana. Beliau tidak dapat dihubungi. Akan tetapi sekitar pukul 23.00 WIB, salah satu media online lokal memberitakan kalau AM Safwan ada di markas FPI di Jalan Sungai Kampar, Kelurahan Tanjung Rhu. Di sana beliau diinterogasi oleh FPI, ujar Diman