BANDA ACEH – Panitia pameran batu nisan Aceh yang akan dilaksanakan pada 9-16 Mei 2017, mengambil batu nisan Aceh yang telah diselamatkan ke sekretariat Mapesa, di perkampungan Turki, Gampong Bitai, Banda Aceh, pagi Rabu 29 Maret 2017.
Batu nisan yang ada di sana diselamatkan Mapesa beberapa tahun lalu, karena telah dicabut dari tempatnya disebabkan di kompleks makam tersebut dibangun perkantoran. Pihak Mapesa pernah meminta kompleks makam tersebut diselamatkan.
Batu nisan berukirkan data sejarah tersebut, dibawa ke Museum Aceh dengan mobil pickup, untuk dijadikan bahan pameran.
Para PNS di Museum Aceh ini terlihat bekerja keras dan bersemangat mengangkat batu nisan yang berat untuk dibawa ke Museum. Di sekretariat Mapesa, mereka disambut oleh anggota Mapesa, Afrizal, yang sebelumnya sudah berada di sana, dan Edi.
Sebelumnya, pihak Museum Aceh telah mengunjungi pantai sekitar Gampong Pande, tempat banyak batu nisan terendam di air laut.
Setelah dari sekretariat Mapesa, pihak panitia juga akan mengambil batu nisan Aceh yang diselamatkan di rumah Dr Husaini Ibrahim.
Pengurus Museum Aceh, Almuniza Kamal, mengatakan, pameran yang direncanakan pada Mei tersebut, akan diisi juga dengan seminar, bekerjasama dengan Mapesa dan BPCB.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Aceh tengah menyiapkan tim untuk mendaftarkan batu nisan Aceh di UNESCO dan Pergub untuk penyelamatannya.[]
Foto: Wani dari Museum dan Afrizal dari Mapesa