PURWAKARTA – Pesilat Iko Uwais menilai Festival Bela Diri Dunia 2016 yang dihelat di Taman Air Mancur Sri Baduga Situ Buleud Purwakarta, Jawa Barat, merupakan yang terbaik di dunia.
“Hanya festival Bercy Prancis yang bisa menjadi tandingan festival ini,” kata Iko saat ditemui disela-sela acara yang digelar Sabtu malam, 2 April 2016.
Menurutnya, festival bela diri di Purwakarta lebih keren dibanding Festival Bercy karena para pesilat tampil di atas panggung terapung tengah danau. “Di Prancis tidak,” kata salah satu bintang di film Star Wars itu berdecak kagum.
Ia mengungkapkan, kelebihan lain di ajang Festival Bela Diri Dunia di Purwakarta yakni menampilkan suguhan atraksi kolaborasi antara para pendekar bela diri enam negera peserta dengan para penari yang menghasilkan suguhan tontonan yang mengagumkan.
Iko mengaku sangat terhormat menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang festival yang diikuti negera Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, India, Brazil dan Indonesia sebagai tuan rumah itu.
“Saya merasa sangat terhormat bisa tampil di ajang festival bela diri yang berhasil memadukan kurtul bela diri dan hiburan buat masyarakat. Salut deh buat Pak Dedi (Bupati Purwakarta),” suami penyanyi pop, Audy Item itu memberikan pujian.
Sebabnya, pria yang telah melambungkan bela diri Pencak Silat khas Indonesia lewat film Star Wars akan terus mendukung festival bela diri yang pertama kali di gelar di Indonesia bahkan Asia Tenggara. Ia berharap, tahun depan negara pesertanya bisa lebih banyak dari sekarang.
Pelatih bela diri Kung Fu asal Tiongkok, Ziang Zin, juga mengaku sangat terpesona dengan festival Purwakarta. “Luar biasa,” kata pria berkepala plontos itu. Buat tampil dalam durasi 20 menitan, dia bersama timnya melakukan berbagai gerakan khas dengan masa berlatih selama satu bulan penuh.
Pelatih bela diri Capoeira khas Brazil, Eesquilo, juga mengaku segendang sepenarian dengan Ziang Zin. “Ini penampilan pertama kami di Indonesia,” katanya. Ia sangat menyukai festival Purwakarta. Eesquilo mengatakan ingin berlama-lama di Purwakarta. “Kami merasa di rumah sendiri, orang-orangnya ramah dan baik. Sate marangginya (kuliner khas Purwakarta), juga enak sekali.”
Ziang Zin dan Eesquilo juga menyatakan kekagumannya atas perhelatan dan panggung festival yang indah dan megah itu. Keduanya mengaku baru pertama kalinya punya pengalaman tampil di atas panggung terapung dengan diiringi permainan air mancur berjoget dengan mengikuti irama musik khas seluruh seni bela diri negara peserta. “Menakjubkan,” kata Eesquelo.
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, berjanji akan menggelar festival serupa pada tahun depan dengan jumlah peserta yang lebih banyak. “Pasti,” katanya. Ia bertekad melambungkan Pencak Silat sebagai seni bela diri warisan nenek moyang Indonesia itu ke panggung dunia internasional. “Kami ingin Pencak Silat sejajar dengan seni bela diri lainnya, misalnya, Kung Fu asal Tiongkok. Dan kami yakin itu bisa diwujudkan,” ia menegaskan komitmennya.[]Sumber:tempo.co
BUDAYA
Festival Bela Diri di Purwakarta Diklaim Terbaik di Dunia
PURWAKARTA - Pesilat Iko Uwais menilai Festival Bela Diri Dunia 2016 yang dihelat di Taman Air Mancur Sri Baduga Situ Buleud Purwakarta, Jawa Barat, merupakan yang…