BANDA ACEH – Kondisi Indonesia yang merupakan salah wilayah rawan bencana khususnya Aceh, membuat Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mengadakan simulasi bencana di kampus tersebut, Rabu, 30 Desember 2015.
Ketuan Panitia Zafrullah Khany mengatakan, latar belakang pihaknya melakukan kegiatan ini, karena Indonesia merupakan salah wilayah yang sering terjadi bencana, khususnya di Aceh. “Di Aceh sering terjadi bencana, sehingga kita berupaya menyiapkan mahasiswa calon-calon dokter ini agar siap menghadapi bencana, kapan saja dan di mana saja,” kata Zafrullah kepada portalsatu.com.
Kegiatan manajemen bencana (block disaster) yang diadakan merupakan simulasi bencana banjir bandang yang satu-satunya di Fakultas Kedokteran dan universitas di Indonesia. “Block diasister management atau blok managemen adalah satu-satunya di Indonesia. Ini jadi keistimewaan kita di Aceh, dibandingkan dengan universitas yang lain di indonesia,” katanya.
Zafrullah mengatakan, kegiatan ini bertujuan meberikan pengetahuan dan sekaligus melatih kesiapsiagaan mahasiswa terhadap bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
“Dengan (kegiatan) kita yang mengajarkan pada mahasiswa bagaimana sistem penanggulangan bencana. Acara ini merupakan acara rutin setiap tahun kita adakan bagi mahasiswa semester tujuh,” katanya.
Penanggulangan bencana, sambung Zafrullah, selalu dilakukan pembagian tugas dan tim. Seperti tim pengamanan, medis, penyelamat, Disaster Victim Committee (DVI), media, dan logistik. “Jadi, mahasiswa bukan hanya berperan sebagai tenaga medis, tapi bisa juga yang lainnya,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, simulasi yang dilakukan hari ini berjalan dengan baik, mahasiswa dan dosen bekerjasama. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa menjadi bekal (pengetahuan) bagi mahasiswa. “Jika bencana terjadi, mereka sudah siap,” harapnya.
Melihat Aceh yang sering terjadi dan dilanda bencana kata Zafrulla, Unsyiah khususnya FK selalu ikut serta melakukan upaya penanggulangan bencana yang terjadi. “Unsyiah selama ini telah menurunkan tim sesuai dengan tingkat keparahan bencana. Ini salah satu bentuk keikutsertaan kita,” katanya.
Simulasi bencana ini diikuti lebih dari 200 mahasiswa dan 50 dosen FK Unsyiah. Mahasiswa yang melakukan kegiatan ini merupaka mahasiswa semester tujuh.
Zafrullah berharap, kegiatan-kegiatan yang dilakukan pemerintah mengenai penanggulangan bencana agar melibatkan berbagai unsur, baik mahasiswa maupun masyarakat. Ia juga mengimbau kepada semua pihak agar selalu siap menghadapai bencana, kapan dan di mana pun. “Karena bencana bisa terjadi di mana pun,” katanya.[] (ihn)
Laporan: Murti Ali Lingga