BANDA ACEH – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2017 hingga kini masih 40 persen. Padahal sisa waktu aktif pelaksanaan program hanya beberapa bulan lagi. Siapa yang salah?

“Realisasi anggaran menjadi kerja kedua belah pihak, eksekutif dan legislatif. Dimulai dengan pengesahan anggaran yang lambat, terlalu banyak tolak tarik,” kata pakar ekonomi Unsyiah, Rustam Effendi, diwawancarai portalsatu.com, Minggu, 20 Agustus 2017.

Pernyataan ini disampaikan Rustam Effendi menyikapi realisasi APBA 2017 masih jauh dari target. Jika merujuk situs P2K APBA hingga hari ini, terlihat target realisasi keuangan APBA 2017 untuk 31 Agustus mencapai 51 persen. Sementara realisasi keuangan hingga 20 Agustus 2017 masih mencapai 37,0 persen. Begitu pula dengan target realisasi APBA 2017 untuk proyek fisik yang hanya mencapai 40,0 persen dari target 60 persen. Menurut Rustam kedua lembaga pemerintahan tersebut berkontribusi atas kondisi Aceh saat ini. 

“Keduanya turut berkonstribusi. Saya tidak salahkan satu pihak. Semua ikut salah. Sebaiknya jangan mengkambinghitamkan eksekutif, di legislatif juga berandil dalam persoalan ini,” ujarnya.

Dia mengatakan antara eksekutif dengan legislatif belum menjalin komunikasi yang baik. Masing-masing pihak memiliki ego sehingga berimbas pada masyarakat. 

“Petani kena getah, pekebun juga, semua kena getahnya,” katanya.[]

Laporan: Taufan Mustafa