JANTHO – Seribuan massa menyesaki Lapangan Indra Alam Indrapuri, Aceh Besar untuk menghadiri Pentas Seni Rakyat dan Sosialisasi 11 tahun perdamaian MoU Helsinky RI-GAM, Sabtu, 3 September 2016.
Sosialisasi ini disampaikan senator Indonesia asal Aceh Fahcrul Razi, mantan Juru Bicara Partai Aceh. Di kesempatan itu Fachrul Razi menerangkan tentang kondisi 11 tahun perdamaian Aceh dan turunannya yang tertuang dalam Undang-Undang Pemerintah Aceh, dan mengapa Muzakir Manaf harus menjadi Gubernur Aceh dan Saifuddin Yahya atau Pak Cek harus menjadi Bupati Aceh Besar di pilkada 2017.
“Pihak-pihak yang mempretelin UUPA mereka masih kurang menghargai Aceh, karena nafsu kekuasaan mereka. Pemerintah Pusat masih tidak mau Aceh ini damai, Pusat ingin cuci tangan, Pusat tak ingin repot-repot urus Aceh, oleh karena itu skenario untuk menciptakan konflik di internal Aceh masih terus dilakukan,” katanya.
Terkait status bendera Aceh, Fachrul Razi mengatakan ia tetap memegang perintah Mualem yang tidak sepakat ada perubahan sedikitpun pada bendera Aceh yang telah diqanunkan ileh DPRA dan Pemerintah Aceh. Ia juga mengatakan, di kepemimpinan Mualem lah nanti Bintang Bulan bisa berkibar di Aceh.
Acara itu turut dihadiri pasangan calong bupati Aceh Besar Pak Cek dan Juanda DJaman, Ustaz Sridarmawan, anggota DPRA dari Partai Aceh dan partai nasional pendukung Pak Cek-Juanda, serta anggota DPRK Aceh Besar.
Pentas Seni Rakyat ini dimeriahkan oleh grup komedian Eumpang Breuh seperti Aduen Jelas, Him Morning dan Bang Joni. Ada juga penyanyi Aceh Rahmad Roy dan penampilan grup kesenian Aceh.
Ketika acara berlangsung massa juga meneriakkan yel-yel hidup Partai Aceh, hidup Mualem – TA Khalid dan hidup Pak Cek – Juanda.[](ihn)