Kata esok dan besok adalah dua kata yang sering dipertukarkan pemakaiannya. Ini karena kedua kata tersebut dianggap memiliki makna sama.

Namun demikian, esok dan besok seperti pada contoh berikut, tidak dapat dipakai bergantian. a. Esok lusa (bukan: besok lusa) kita perbaiki jalan hidup ini agar menjadi lebih baik.

b. Kita jelang hari esok (bukan: hari besok) yang lebih baik dengan kerja keras dan budi luhur.

Esok lusa dan hari esok pada contoh di atas berarti 'saat yang akan datang' atau 'masa depan', sedangkan besok lusa, alih-alih lusa, berarti 'dua hari sesudah hari ini' dan hari besok, alih-alih besok, berarti 'hari sesudah hari ini'.

Pada contoh berikut pun keduanya tidak dapat digunakan saling ber­gantian.

a. “Kapan Anda berangkat? ” Besok. (bukan: esok).

b. Ia datang besok pagi (bukan: esok pagi).

Lain halnya dengan contoh berikut. Kata mengesokkan dan membesokkan dapat dipakai bergantian. “Jangan mengesokkan/membesokkan pekerjaan hari ini

Kata mengesokkan dan membesokkan dapat digunakan pada kalimat tersebut, masing-masing dengan makna 'menangguhkan sampai esok' atau 'menangguhkan sampai waktu yang akan datang' dan 'me­nangguhkan sampai besok' atau 'menangguh­kan sampai satu hari kemu­dian'.[]

Sumber: Badan Bahasa