ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pernyataan rekonsiliasi kepada Rusia menyusul penembakan jet tempur Rusia.
Ia menyebut kejadian itu bukan kesengajaan dan Turki tidak dalam posisi sengaja menciptakan konflik dan ketegangan dengan Rusia.
“Saya sungguh sedih. Kami berharap itu tak terjadi, tetapi memang terjadi. Saya berharap hal semacam ini tidak lagi terjadi,” kata Erdogan dalam pernyataan, Sabtu (28/11/2015).
Namun, Erdogan sama sekali tidak menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut sebagaimana dituntut Rusia.
Turki tetap kukuh berpandangan bahwa jet tempur Sukhoi Su-24 milik Rusia itu telah melanggar wilayah udaranya dan mengabaikan peringatan militer Turki untuk mengubah arah penerbangan.