Oleh: Muhammad Rain
Bagi sebagian besar kaum intelektual, inspirasi terhadap tokoh tertentu di dalam kehidupan mereka adalah sesuatu yang urgen. Keurgenan tersebut diwakili oleh paham keteladanan. Ketika manusia ingin mewujudkan kebermaknaan diri, kemanfaatan diri dan keteladanan diri sebagai makhluk yang sempurna diciptakan, manusia melangkah mencapai cermin dirinya dalam kehidupan. Entah kepada siapapun manusia yang dilahirkan mencerminkan dirinya semuanya itu tidak semata-mata didasarkan oleh apa yang tampak di sekitar lingkungan terdekat namun bahkan sampai ke seberang benua sana, keteladanan tetap dicarinya.
Siapa yang mengenal Erdogan? Apakah mengenal sosok Erdogan bagi Anda sesuatu yang menginspirasi hidup dan kehidupan ini? Mengapa perlu mengenal Erdogan? dan banyak lagi pertanyaan yang menyebabkan peserta bedah buku pagi tadi di Aula Fakultas Hukum Unsyiah menjadi penuh sesak dihadiri para kaum intelektual Aceh khususnya yang berminat menelusuri buku ini.
Erdogan bagi Eropa di masa sekarang adalah sebuah nama yang penting. Thayeb Loh Angen bahkan menyatakan bahwa Erdogan sudah layak disandingkan dengan Ratu Elizabeth II dan meski sedikit bercanda, menurutnya, Erdogan malah hampir se-fenomena Hitler.
Beberapa cerminan keberhasilan sosok perdana menteri bangsa Turki ini turut menginspirasi kepemimpinan kedua kalinya Illiza Sa'aduddin Djamal sebagai Walikota Banda Aceh, termasuk menyiapkan pembangunan kota sebagaimana konsep kota di Turky. Illiza juga mengisyaratkan bahwa kepentingan-kepentingan Islam sepatutnya terus dibela oleh semua muslim seluruh dunia tanpa terkecuali kaum muslim Aceh.
Selain Thayeb Loh Angen dan Illiza Sa'aduddin Djamal, hadir pula pada acara bedah buku “ERDOGAN-Muazzin Istanbul Penakluk Sekulerisme Turki, karya: Syarif Taghian ini, Muhammad Arhami, seorang mahasiswa Program Doktoral Yidiz Teknik Universitis, Istanbul-Turki.
Arhami menyampaikan berbagai kesan yang menonjol selama berstudi di Turki hampir 5 tahun lebih. Selama pemerintahan Erdogan bergulir, fasilitas-fasilitas pelayanan publik menurut beliau sudah sangat baik dan maksimal. Demikian buruknya dahulu akses pelayanan publik di Turky telah berubah total. Keberhasilan memberantas korupsi semasa Erdogan memimpin adalah salah satu kuncinya.
Buku yang ditulis oleh seorang jurnalis asal Libanon ini terbit pertama sekali pada tahun 2011. Memiliki beberapa bab dan judul penting yang berguna untuk menelusuri jejak karir politik Erdogan dari awal kiprahnya menuju puncak kepemimpinan bangsa Turki.