BANDA ACEH – Ketua Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) Aceh, Iswadi, M.Pd., sangat menyayangkan jika mahasiwa dalam melakukan gerakannya ada unsur pesanan politik dari elite tertentu. Iswadi berharap gerakan mahasiwa itu murni dari hasil pemikiran dan untuk kepentingan rakyat, bukan pesanan politik.
“Saya sangat menyayangkan jika itu benar-benar terjadi,” ujar Mantan Pembantu Dekan III FKIP Universitas Serambi Mekkah kepada media, Senin, 26 Oktober 2015.
Dia menanggapi rencana elemen mahasiswa yang tergabung dalam BEM-SI yang merilis survei dan menggelar sidang rakyat pada 28 Oktober 2015. Kegiatan ini juga bakal mengevaluasi kinerja setahun pemerintah Jokowi-JK.
Iswadi mengatakan, mahasiswa harus menjadi garda terdepan untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah. Mahasiswa juga diminta untuk menunjukkan sikap netral, tetapi tetap mewarnai perkembangan politik yang menyuarakan kebenaran.
“Mahasiswa diminta menjadi problem solver serta kontrol sosio-politik yang ada, mahasiswa harus murni menyampaikan aspirasinya dan tidak ada pesan titipan,” katanya.
Iswadi juga mengingatkan mahasiswa agar memegang teguh dan menjunjung tinggi idealisme mahasiswa yang sudah melekat itu.