BUDAPEST – Eksportir kopi Gayo mengharapkan keberadaan petugas karantina pertanian yang dinilai perlu untuk mempercepat proses pengiriman produk ke luar negeri. Selama ini eksportir mengeluh karena harus mendatangkan petugas karantina dari Lhokseumawe untuk melegalisasi salah satu dokumen ekspor.
“Kadang kita sudah sepakati dengan importir dan kapal angkut juga sudah standby di pelabuhan, namun produk belum bisa dikirim karena masih menunggu proses legalisasi dari petugas karantina pertanian,” kata Direktur PT. Meukat Komuditi Gayo, Iwannitosa Putra, di sela-sela acara World of Coffee Expo yang berlangsung di Budapest- Hungaria, Selasa, 13 Juni 2017.
Menurutnya bila keterlambatan terjadi akibat ketiadaan waktu petugas karantina maka biaya akan menjadi bertambah. Namun sebaliknya jika petugas selalu standby di Takengon maka proses ekspor bisa lebih lancar dan cepat.