LHOKSEUMAWE – Sebanyak 47 ekspeserta magang program LPSDM Aceh Bidang Operasi Migas di PT Arun menyurati Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan pimpinan DPRA. Mereka minta kejelasan pada Pemerintah Aceh terkait nasibnya usai mengikuti program magang tersebut.
“Kami yang telah dilatih selama satu tahun, apakah hanya sebatas menjalankan program Pemerintah Aceh semata, ataukah khusus dididik menjadi generasi selanjutnya untuk dipersiapkan sumber daya manusia atau SDM di sektor Migas Aceh,” kata Juliadi, koordinator ekssiswa program LPSDM Aceh bekerja sama dengan PT Arun, melalui siaran pers dikirim kepada portalsatu.com, Rabu, 9 Desember 2015.
Juliadi berharap Pemerintah Aceh dalam hal ini gubernur dan DPR Aceh mendesak perusahaan Migas di Aceh untuk mempekerjakan putra-putri Aceh yang telah dididik melalui program LPSDM Aceh-PT Arun.
“Kalau Pemerintah Aceh tidak berkomitmen terhadap hal ini, kami yakin Aceh sampai kapan pun akan menjadi penonton di kandang sendiri sehingga angka penganguran terus bertambah di Aceh,” ujar Juliadi.
Juliadi menambahkan, pihaknya juga sudah mengirim surat minta audiensi kepada Gubernur Aceh dan Ketua DPRA. Surat dikirim Senin lalu melalui PT Pos Indonesia. “Kami minta audiensi agar nanti dapat menyampaikan secara langsung menyangkut kondisi siswa magang setelah mengikuti pelatihan. Kami menunggu konfirmasi dari pihak Pendopo Gubernur dan DPRA terkait surat untuk audiensi itu, katanya.
Ia menyebutkan, jika tidak ada konfirmasi atau Pemerintah Aceh menolak permintaan audiensi itu, 47 ekspeserta magang program LPSDM Aceh-PT Arun, tetap akan datang langsung ke Pendopo Gubernur dan Gedung DPRA dengan membawa spanduk dan toa sebagai perlengkapan aksi damai.[] (*sar)