Dalam Islam terdapat 12 bulan yang telah ditentukan oleh Allah SWT dalam setahun. Di antara bulan tersebut terdapat bulan yang mempunyai kelebihan dan kemulian yang lebih. Di antaranya, bulan Ramadhan yang disebut sebagai sayyidul syahr (penghulu segala bulan).
Begitu juga dengan Syawwal. Mudah-mudahan, kita termasuk hamba-hamba Allah yang telah memanfaatkan kehadiran bulan-bulan tersebut dengan maksimal. Sehingga yang ada saat ini adalah rasa bahagia atas meningkatnya kualitas diri dan semangat baru untuk menata diri di bulan-bulan berikutnya.
Lantas, siapakah yang mampu meraih dan mengapilkasikan kelebihan bulan tersebut? Tentu hanya orang-orang yang berimanlah yang mampu memanfaatkan waktunya dengan penuh manfaat dan jauh dari kesia-siaan. Syawwal berlalu. Tanpa terasa kini kita tengah memasuki dan berada diambang pintu bulan Dzulqadah (Zulkaidah). Dalam syariat Islam inilah salah satu bulan di antara bulan-bulan yang disebut oleh Allah sebagai bulan haram. Allah berfirman dalam surah At-Taubah ayat 36:
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya (terdapat) empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya dirimu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah bersama-sama orang yang bertakwa.
Disebutkan dalam Tafsir Ath-Thabari, Tafsir Al-Quranul Adzim karya Ibnu Katsir, yang dimaksud dengan bulan-bulan haram tersebut ialah Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim: