TERKINI
HEALTH

Dzulqa’dah, Salah Satu Bulan Haram

Dalam Islam terdapat 12 bulan yang telah ditentukan oleh Allah SWT dalam setahun. Di antara bulan tersebut terdapat bulan yang mempunyai kelebihan dan kemulian yang…

HELMI SUARDI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 795×

Dalam Islam terdapat 12 bulan yang telah ditentukan oleh Allah SWT dalam setahun. Di antara bulan tersebut terdapat bulan yang mempunyai kelebihan dan kemulian yang lebih. Di antaranya, bulan Ramadhan yang disebut sebagai sayyidul syahr (penghulu segala bulan).

Begitu juga dengan Syawwal. Mudah-mudahan, kita termasuk hamba-hamba Allah yang telah memanfaatkan kehadiran bulan-bulan tersebut dengan maksimal. Sehingga yang ada saat ini adalah rasa bahagia atas meningkatnya kualitas diri dan semangat baru untuk menata diri di bulan-bulan berikutnya.

Lantas, siapakah yang mampu meraih dan mengapilkasikan kelebihan bulan tersebut? Tentu hanya orang-orang yang berimanlah yang mampu memanfaatkan waktunya dengan penuh manfaat dan jauh dari kesia-siaan. Syawwal berlalu. Tanpa terasa kini kita tengah memasuki dan berada diambang pintu bulan Dzulqa’dah (Zulkaidah). Dalam syariat Islam inilah salah satu bulan di antara bulan-bulan yang disebut oleh Allah sebagai bulan haram. Allah berfirman dalam surah At-Taubah ayat 36:

Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya (terdapat) empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya dirimu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah bersama-sama orang yang bertakwa”.

Disebutkan dalam Tafsir Ath-Thabari, Tafsir Al-Qur’anul ‘Adzim karya Ibnu Katsir, yang dimaksud dengan bulan-bulan haram tersebut ialah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim:

“Sesungguhnya zaman telah berputarseperti keadaannya ketika Allah menciptakan langit dan bumi, dalam setahun itu terdapat dua belas bulan. Empat di antaranya adalah bulan haram (disucikan). Tiga dari bulan itu jatuh secara berurutan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Sedangkan Rajab (yang disebut juga syahrul mudhar) terletak di antara dua jumadil (jumadil ula dan jumadil tsani) dan Sya’ban”.

Mengkaji berbagai fenomena  tentang keutamaan bulan-bulan haram sama halnya ketika membicarakan keutamaan surah-surah maupun ayat-ayat dalam Alquran. Kita tidak bisa membicarakan tentang keutamaan surah maupun ayat secara parsial, karena bisa menyebabkan kita bersikap diskriminatif terhadap satu ayat dengan ayat lainnya.

Sebagai contoh ketika kita mengetahui keutamaan surah Yasin, maka kita sangat mengutamakan membaca surah Yasin dibanding membaca surah-surah lain. Tidak jarang, di antara kita bersikap berlebihan terhadap surah Yasin ini dengan menjadikannya surah yang wajib dibaca pada setiap malam Jumat.

Oleh karena itu, dalam menyikapi keutamaan bulan-bulan tertentu yang diberi oleh Allah keutamaan kita harus bersikap proporsional dengan cara tidak mengesampingkan keutamaan bulan-bulan yang lain.[]

HELMI SUARDI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar