BANDA ACEH – PKPU Human Initiative menerima kunjungan kedubes Turki untuk Indonesia di Pondok Yatim Binaan IHH Turki di Gampông Cot Suruy, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Senin (19/7).
Duta besar Turki H.E. Dr. M. K. Sander Gurbuz hadir bersama istri Durhan Gurbuz dan Ihsan Erapl Semerci selaku Diplomat Kedubes Turki untuk Indonesia.
Dalam sambutannya Sanders menyampaikan bahwa senang sekali bisa mengunjungi Aceh. Sebagaimana kita ketahui Aceh memiliki hubungan yang sangat kuat di masa lampau. Aceh juga memiliki tempat khusus di hati masyarakat Turki. Kejadian tsunami juga menjadi duka bagi rakyat Turki.
Beliau berharap hubungan baik yang sudah terjalin di masa lampau dapat berlanjut ke masa depan dan berdoa semoga anak anak pondok Istanbul dapat mencapai cita cita dan belajar ke jenjang yang lebih tinggi.
Bisa berbuka puasa bersama seluruh anak yatim Cot Suruy merupakan momen yang sangat luar biasa, tuturnya.
Sander berharap hubungan Aceh dan Turki ke depannya akan lebih ditingkatkan lagi.
Presiden Direktur PKPU Human Initiative Agung Notowiguno dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada kedubes dan rombongan.
Agung mengatakan bahwa Istanbul Dormitory merupakan pondok yatim yang didirikan oleh PKPU pascatsunami 2004 silam.
PKPU bekerja sama dengan IHH Turki dan kedua pihak men-support semua kebutuhan pondok ini.
Beliau mengharapkan kehadiran kedutaan besar dapat memberikan keceriaan dan kebahagiaan bagi anak anak yatim yang mendiami pondok khususnya dan memberikan semangat bangkit yang tinggi bagi Indonesia layaknya Turki.
Dalam penutupan sambutannya, Agung menyampaikan terima kasih atas kedatangannya ke Aceh dan memilih PKPU HI sebagai lembaga yang mempertemukan kedutaan besar dan anak anak yatim di Aceh.
Ia berharap ke depan hubungan baik ini bisa menjadi jembatan silaturahmi dalam upaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Acara ini dibuka dengan tarian Ranup Lampuan yang biasa ditampilkan sebagai bentuk tarian sambutan selamat datang bagi seorang tamu. Dilanjutkan dengan tasmi Quran oleh salah seorang anak yatim yang saat ini sudah menghafal 5 juz Alquran.
Istanbul Dormitory dihuni oleh 100 orang anak dimulai dari jenjang SD sampai perguruan tinggi dan semuanya adalah anak perempuan.[] (rel)