KUALA LUMPUR: Duta Besar Turki untuk Malaysia, Basak Turkoglu, menyarankan semua negara yang memiliki hubungan diplomatic dengan Turki untuk mewaspadai ancaman yang ditimbulkan oleh jaringan Fethullah Gulen, yang telah dinyatakan oleh negara Turki sebagai teroris Organisasi Fethullah Gulen (Feto).
Turkoglu mengatakan, kelompok itu awalnya sebagai gerakan pendidikan Islam moderat didirikan sekira tahun 1970-an, tapi kemudian berubah menjadi jaringan klan yang bertanggung jawab atas kudeta gagal yang mematikan pada 15 Juli.
“Ini bukan gerakan politik karena mereka tidak memiliki pijakan dalam politik Turki. Mereka menyusup ke dalam semua aspek, termasuk militer, yang akhirnya mengakibatkan upaya kudeta,” kata Turkoglu sebagaimana disiarkan nst.com.my.
Dalam konferensi di Kedutaan Besar Turki pada kamis 28 Juli 29016, Turkoglu menegaskan bahwa kudeta 15 Juli mengakibatkan 286 kematian, 256 di antaranya adalah warga sipil, bukan kudeta militer tapi direncanakan oleh sekelompok orang nakal dalam militer.
Akibatnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, memberlakukan keadaan darurat selama 90-hari. Ada sekira 15.846 terduga Gulenists ditahan, 8133 ditangkap, karena hubungan dengan Gulen yang tinggal di pengasingan di Amerika Serikat sejak tahun 1999.
Pada hari Rabu, Turki menyerukan Thailand untuk memutuskan hubungan dengan Thailand Turki Bisnis Association yang berbasis di Bangkok (TTBA) yang memiliki hubungan dengan Gulen, tapi Turkoglu mengatakan itu belum ditentukan apakah unsur-unsur tersebut ada di Malaysia.