IDI RAYEK-  Rahmad Nur, 14 tahun, dan Dera Wati, 12 tahun, siswa Sekolah Luar Biasa(SLB) Cahaya Peureulak, Aceh Timur, meraih juara pertama O2SN Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK). Kegiatan itu diselengarakan di  Hotel Grand Aceh,  Banda Aceh, Jumat, 15 Juli 2016.

Prestasi diraih itu membuat mereka berhak mewakili Aceh mengikuti lomba yang sama di tingkat nasional di Jakarta, 24 Juli 2016.

Informasi diperoleh portalsatu.com , Rahmad Nur  berhasil memenangkan pertandingan bulu tangkis tingkat SMP setelah menaklukan peserta dari SLB Mutiara Leuser asal Gaya Lues dengan perolehan  skor 3-0. Sedangkan Dera Wati  berhasil menjuarai lomba lari 80 meter tingkat SD seusai mengalahkan beberapa perwakilan atlet wilayah lain.

Sebelumnya Cahaya Peureulak  mewakili Kabupaten Aceh Timur  mengikuti tiga cabang perlombaan. Di antaranya,  lomba balap kursi roda, bulu tangkis dan lomba lari. Namun  kali ini  lomba balap kursi roda yang diikuti Ari Maulana hanya  mampu keluar sebagai  juara dua.

“Alhamdulillah, prestasi anak-anak yang ditunjukkan dengan kemampuan yang terbatas, mereka bisa keluar sebagai juara, bahkan mewakili Aceh ke tingkat nasional. Tentu ini tidak terlepas dari semua unsur yang telah berpartisipasi,  semoga mereka nanti bisa meraih juara  di tingkat nasional,” ujar Kepala SLB Cahaya Peureulak  Nur Aini kepada portalsatu.com, Sabtu, 16 Juli 2016.

Nuraini menceritakan, sebelumnya SLB Peureulak berhasil membawa pulang juara satu nasional cabang bulu tangkis tingkat sekolah dasar yang diperlobakan di Makasar. Bahkan, kata dia,  juara tersebut diraih Rahmad Nur berturut-turut dua kali pada tahun 2014 hingga 2015.

“Mudah-mudahan kali ini prestasi itu bisa diraih lagi oleh anak didik kita, meskipun mereka masing-masing memiliki keterbatasan. Insya Allah, kita yakin mereka bisa bertanding dengan memeroleh hasil yang maksimal nanti,” ujar Nuraini yang juga pengagas SLB di wilayah Aceh Timur itu.

Di sisi lain, untuk memberikan pendidikan khusus kepada siswa, Nuraini mengaku masih sangat membutuhkan dukungan dan perhatian semua pihak. “Tentu dengan sebatas kemampuan kami yang telah berusaha semaksimal mungkin, kita juga berharap ke depan kepada semua pihak mendukung dan memberi perhatian terutama untuk  meningkatkan prestasi siswa SLB, apalagi mereka yang memang berkebutuhan khusus,” pungkas Nur Aini.[]