TERKINI
GAYA

Dua Perupa Aceh Lelang Lukisan Bantu Korban Gempa

BANDA ACEH - Dua perupa Aceh, Nourman Hidayat dan Akmal Senja, melelang karya lukis mereka sebagai wujud keprihatinan dan kepedulian mereka pada korban gempa. Nourman…

portalsatu.com Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.1K×

BANDA ACEH – Dua perupa Aceh, Nourman Hidayat dan Akmal Senja, melelang karya lukis mereka sebagai wujud keprihatinan dan kepedulian mereka pada korban gempa.

Nourman Hidayat melelang lukisan wajah Abu Tumin, sementara Akmal Senja melelang lukisannya bertajuk Rawa Tripa.

Kepada portalsatu.com, Nourman mengatakan ia membuka lelang sejak hari ini, Jumat, 9 Desember 2016 dengan harga penawaran dimulai dari Rp 50 juta.

“Jika ada yang menawar Rp 50 juta langsung kita lepas biar bisa segera disalurkan, karena ini sifatnya mendesak untuk membantu korban bencana,” kata Nourman melalui telepon seluler, Jumat, 9 Desember 2016.

Lukisan tersebut kata Nourman, baru dibuat sejak dua pekan lalu. Awalnya ia melukis wajah Abu Tumin hanya untuk menambah koleksi pribadinya saja. Untuk mengabadikan salah satu ulama terkemuka di Aceh. Namun, saat gempa terjadi, ia memutuskan melelang lukisan yang masih dalam tahap pengerjaan tersebut sebagai bentuk kepeduliannya kepada korban.

Ia juga mengungkapkan, ada beberapa hal yang menjadi alasan mengapa memilih melelang wajah Abu Tumin. Padahal, Nourman sendiri juga memiliki koleksi lukisan lainnya yang juga sangat bernilai. Yaitu lukisan wajah almarhum Wali Nanggroe Hasan Tiro dan lukisan wajah almarhum Abdullah Syafii, mantan Panglima GAM yang tewas di ujung senapan.

“Pertama beliau itu salah satu ulama kharismatik di Aceh,” kata Nourman. Kemudian, katanya, Abu Tumin juga merupakan ulama yang berasal dari pesisir utara Aceh sehingga cukup familiar di kalangan masyarakat di lokasi bencana. Nourman berharap karyanya itu bisa 'berpindah tangan' kepada orang yang tepat.

Sementara Akmal Senja melelang karya rupanya bertajuk 'Rawa Tripa' karena pada Pameran dan Kritik Karya Rupa (Pakrikaru) yang digelar di Museum Aceh beberapa waktu lalu, lukisan tersebut mendapat perhatian yang tinggi dari pengunjung.

Lukisan yang ia buat di tahun 2016 ini merupakan bentuk kegelisahannya atas rusaknya ekosisten Rawa Tripa di Kabupaten Nagan Raya.

Baik Akmal maupun Nourman berharap lukisan mereka bisa segera terjual agar bisa langsung diserahkan kepada korban bencana.

“Inikan sifatnya tanggap darurat, jadi semakin cepat semakin baik. Seratus persen hasil penjualan akan saya donasikan semuanya,” kata Akmal.

Akmal membuka harga untuk lukisannya yang berukuran 130×81 cm dengan harga Rp 30 juta.[]

portalsatu.com
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar