MEDAN – Terjadi dua kerusuhan besar di dua wilayah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat 29 Juli malam. Kerusuhan tersebut terjadi di Kota Tanjung Balai dan Kabupaten Karo.
Informasi yang diterima dari Kepolisian, kerusuhan di Kabupaten Karo dipicu permasalahan tapal batas yang dibongkar perusahaan pengembang di area relokasi pengungsi Sinabung, Desa Lingga, Kabupaten Karo.
Akibatnya, warga Desa Lingga yang tidak terima tapal batas berupa pagar tersebut dibongkar, kemudian membakar alat berat eskavator dan pos polisi yang berada di area relokasi.
Dalam kejadian ini, polisi menangkap lima orang yang diduga pembakar pos polisi. Namun ratusan warga yang tidak terima kerabatnya ditangkap, menyerang Polres Karo di Jalan Veteran. Akibat kejadian tersebut, seorang warga berumur 48 tahun dinyatakan tewas.
“Kita tidak mau ada yang menjadi korban di antara mereka, tapi yang saya sesalkan, kenapa pos polisi dibakar, itu kan simbol negara. saya harapkan agar warga (pengungsi Sinabung) empat desa yakni Desa Gurukinayan, Berastepu, Gamber, Kutatonggal, dapat menahan diri,” jelas Kapolres Karo, AKBP Pangasian.
Sementara di malam yang sama, kerusuhan terjadi di Kota Tanjung Balai, yang jaraknya cukup jauh dari Kabupaten Karo. Kerusuhan berbau Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SAR) ini berimbas pada pembakaran sejumlah rumah ibadah.