TERKINI
NEWS

Dua Kecamatan di Aceh Barat Masih Tergenang Banjir

Banjir masih merendam sejumlah titik ruas badan jalan dan rumah penduduk dalam dua kecamatan.

MAISARAH Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 589×

MEULABOH – Banjir akibat intensitas curah hujan tinggi melanda 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Barat,  dilaporkan berangsur surut, tidak ada korban jiwa namun banyak fasilitas umum dan bangunan rumah yang rusak.

Kasi Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Budi Sastra Putra di Meulaboh, Kamis mengatakan air banjir masih merendam sejumlah titik ruas badan jalan dan rumah penduduk dalam dua kecamatan.

“Meski sudah berangsung surut tapi sampai hari ini masih ada dua kecamatan masih tergenang air  banjir yakni Sama Tiga dan Bubon. Untuk total korban pegungsian terdata sampai saat ini berjumlah 10.085 jiwa dengan 2.682 KK,” katanya.

Dia menjelaskan, laporan yang dihimpun dari 12 kecamatan di kawasan yang terkena banjir luapan sungai Meureubo dan Woyla tidak ada korban jiwa namun masyarakat tidak bersedia dievakuasi ke tempat pengungsian.

Terutama masyarakat yang berada dekat dengan bantaran sungai meluap lebih memilih bertahan di tempat yang diperkirakan lebih aman dan mencari tempat tingal sementara di rumah saudara terdekat.

Tim Reaksi Cepat (TRC), BPBD dan Komunitas desa tangguh bencana di setiap desa rawan bencana ditugaskan untuk terus memantau dan menginformasikan segala sesuatu hal yang terjadi kepada Pusdalop BPBD Aceh Barat.

“Sejak terjadi banjir pada Senin (24/11) pagi kami sudah mendirikan juga tenda pegungsian sementara seperti di Pasie Masjid, untuk disebagian kawasan lain kita datangi untuk evakuasi tapi warga menolak dengan berbagai alasan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, jumlah fasilitas publik dan rumah penduduk yang rusak terkena dampak banjir tidak ada yang bertambah, namun pihak BPBD masih terus memantau kondisi kawasan dilanda banjir sekaligus mendata berbagai kerusakan yang terjadi.

Kerusakan yang telah terjadi diantaranya, satu unit rumah warga hancur terbawa arus di Kecamatan Mereubo, dua unit rumah amblas ke Sungai di Kecamatan Woyla dan satu unit Pustu amblas ke sungai di Kecamatan Arongan Lambalek.

Kemudian Oprit jembatan Krueng Beukah, Oprit jembatan Ulhe Raket longsor di Kecamatan Kaway XVI, oprit jembatan dan jalan tergerus air di Kecamatan Pante Cereumen serta dua titik ruas badan jalan lintas kecamatan terputus.

“Korban rumah ambruk sudah dievakuasi dan sudah diungsikan, namun mereka juga beratahan di rumah tentanga atau saudaranya. Imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada siap siaga,” jelasnya.

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memintakan masyarakat Kabupaten Aceh Barat-Nagan Raya, untuk mewaspadai banjir susulan karena potensi intensitas hujan lebat masih berpeluang menguyur wilayah itu.

“Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih terus terjadi karena secara klimatologi terhitung November-Desember 2015 merupakan puncak hujan tinggi di Aceh,” kata Prakirawan BMKG Meulaboh-Nagan Raya Saiful Amri.[] sumber: antaranews.com

MAISARAH
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar