MEULABOH – Banjir akibat intensitas curah hujan tinggi melanda 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Barat, dilaporkan berangsur surut, tidak ada korban jiwa namun banyak fasilitas umum dan bangunan rumah yang rusak.
Kasi Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Budi Sastra Putra di Meulaboh, Kamis mengatakan air banjir masih merendam sejumlah titik ruas badan jalan dan rumah penduduk dalam dua kecamatan.
“Meski sudah berangsung surut tapi sampai hari ini masih ada dua kecamatan masih tergenang air banjir yakni Sama Tiga dan Bubon. Untuk total korban pegungsian terdata sampai saat ini berjumlah 10.085 jiwa dengan 2.682 KK,” katanya.
Dia menjelaskan, laporan yang dihimpun dari 12 kecamatan di kawasan yang terkena banjir luapan sungai Meureubo dan Woyla tidak ada korban jiwa namun masyarakat tidak bersedia dievakuasi ke tempat pengungsian.
Terutama masyarakat yang berada dekat dengan bantaran sungai meluap lebih memilih bertahan di tempat yang diperkirakan lebih aman dan mencari tempat tingal sementara di rumah saudara terdekat.
Tim Reaksi Cepat (TRC), BPBD dan Komunitas desa tangguh bencana di setiap desa rawan bencana ditugaskan untuk terus memantau dan menginformasikan segala sesuatu hal yang terjadi kepada Pusdalop BPBD Aceh Barat.
“Sejak terjadi banjir pada Senin (24/11) pagi kami sudah mendirikan juga tenda pegungsian sementara seperti di Pasie Masjid, untuk disebagian kawasan lain kita datangi untuk evakuasi tapi warga menolak dengan berbagai alasan,” jelasnya.