CALIFORNIA – Untuk menyelamatkan nyawa manusia, Tanzania akan meluncurkan jaringan pengiriman drone terbesar di dunia pada Januari 2018. Drone tersebut akan menyebarkan payung yang berisi darah dan obat-obatan.

Sebagaimana diwartakan VOA, Rabu (30/8/2017), Zipline California akan menghasilkan 2.000 pengiriman sehari ke lebih dari 1.000 fasilitas kesehatan di Afrika Timur, termasuk vaksin darah, vaksin malaria, dan AIDS.

“Ini langkah yang benar. Saya teringat bagaimana cucu saya meninggal akibat malaria dua tahun lalu. Dia membutuhkan transfusi darah mendesak, berjenis O yang tidak tersedia,” kata Lilian Mvule.

Di Tanzania, malaria merupakan pembunuh utama dan anak-anak di bawah usia lima tahun seringkali membutuhkan transfusi darah saat mereka menderita anemia akibat malaria. Jika persediaan habis, seperti yang sering terjadi pada golongan darah langka, mereka bisa mati.

Wilayah Tanzania lebih besar dari Nigeria dan empat kali ukuran dari Inggris, sehingga menyulitkan pemerintah yang kekurangan uang untuk memastikan 5.000 klinik mendapatkan kelengkapan alat dan bahan untuk pengobatan, terutama di daerah terpencil.

Pesawat tak berawak tersebut mampu terbang sejauh 100 km (62 mil) per jam, jauh lebih cepat daripada bepergian lewat jalur darat. Sebuah paket dijatuhkan dengan menggunakan parasut biodegradable.

Pemerintah berharap, drone ini dapat menyelamatkan nyawa ribuan wanita juga yang meninggal akibat pendarahan hebat setelah melahirkan. Tanzania memiliki salah satu angka terbesar soal kematian ibu hamil terburuk di dunia, dengan 556 kematian per 100.000 kelahiran, menurut data pemerintah.

“Ini adalah masalah yang bisa kami bantu selesaikan dengan pengiriman drone on-demand. Negara-negara Afrika menunjukkan kepada dunia bagaimana hal itu dilakukan,” ujar kepala eksekutif Zipline, Keller Rinaudo mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan di Amerika Serikat dan tempat lain juga sangat antusias untuk menggunakan pesawat tak berawak ini, untuk mengurangi waktu dan biaya pengiriman. Namun hal ini pun tak luput dari rintangan tentunya, mulai dari risiko benturan dengan pesawat terbang.

Menurut Departemen Pembangunan Internasional Inggris, untuk memastikan keselamatan dan umur baterai, drone tersebut akan meminta tagihan pengiriman obat untuk ibu kota Tanzania yakni Dodoma, satu dari dua wilayah di mana proyek tersebut akan diluncurkan pertama kali, sebesar USD58.000 per tahun.[]Sumber:okezone