TERKINI
BUDAYA

Dr Ibrahim Hasyim Bedah Buku Idie Long Sayang

IDI RAYEK - Dr. H Ibrahim Hasyim mengelar temu ramah dan diskusi bedah buku yang bertajuk Idie Long Sayang. Kegiatan diskusi bersama dengan tokoh-tokoh masyarakat…

IRMANSYAH D GUCI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.2K×

IDI RAYEK – Dr. H Ibrahim Hasyim mengelar temu ramah dan diskusi bedah buku yang bertajuk Idie Long Sayang. Kegiatan diskusi bersama dengan tokoh-tokoh masyarakat berlangsung di salahsatu ruang pertemuan warung kopi Espresso Idi Rayek, pada pukul 15.00 wib, Kamis 24 Maret 2016.

Ibrahim Hasyim mengatakan buku Idie Long Sayang yang telah dirilisnya itu merupakan buah ide pikiran dirinya bersama beberapa rekannya untuk mengenang kembali potret kehidupan masa Kejayaan Kota Idi mulai sejak dulu sampai yang akan datang.

“ Selama setahun kami sudah mulai  merangkum berbagai sumber dan narasumber untuk kita jadi sebuah buku dalam bentuk bacaan ringan. Buku ini kita  mencoba merekontruksi kota Idi dimasa lalu mulai dari cerita- cerita orang tua, dan tokoh- tokoh lain yang disambung -sambung untuk disajikan secara menarik,”  ujar Ibrahim Hasyim yang sekarang menjabat sebagai Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Migas di Jakarta.

Putra Asli asal Idi Rayek itu mengakui proses perjalananya dalam merilis buku Idie Long Sayang tidaklah mudah, mulai dari bahan riset dan menghubungi nara sumber menjadi sebuah kerja esktranya bersama Kawan- kawan selama setahun.

“Wawancara yang kita lakukakan harus disambung- sambung dan ini sangat menyita waktu bagi para narasumber mengingat posisi mereka yang bertebaran mulai dari Jakarta, Medan, Banda Aceh, hingga Idi Rayek,” katanya.

Penulis buku Toengkang Migas Menembus Batas itu, juga menceritakan lika-likunya dalam mengumpul wawancara dari narasumber yang harus mengingat ingat kejadian yang telah berlalu pada puluhan tahun silam.

“Menjawab pertanyaan dalam kerangka waktu jauh kebelakang merupakan pekerjaan tersulit bagi narasumber, bahkan ada yang mengatakan katuwo long, dan itu sangat kita pahami hingga Alhamdulillah semuanya bisa kita capai,” kata Ibrahim.

Ibrahim Hasyim berharap buku yang ditulisnya itu menjadi energi dan semangat baru bagi generasi pemuda ke depan untuk mengembalikan nilai potret sejarah kejayaan Idi Rayek.

“Buku ini merupakan hadiah sekaligus pekerjaan rumah bagi anak anak Idi Rayek untuk merekam kembali nilai- nilai kejayaan kota Idi salah satunya masa kejayaan zaman pertanian lada,” ucap Ibrahim Hasyim seraya berharap adanya masukan berupa ide baru dari tokoh tokoh Idi untuk kesempurnaan buku yang dirilisnya itu.[](tyb)

IRMANSYAH D GUCI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar