BANDA ACEH – Kunjungan Pemkot Banda Aceh ke Istanbul, Turki, menghasilkan beberapa kesepakatan. Termasuk belajar cara mengurus air bersih. Masalah air, Turki lebih baik dari pada Belanda.

Demikian kata Ketua DPRK Banda Aceh, Arief Fadillah, yang baru beberapa hari ikut kunjungan resmi ke Turki bersama Walikota dan rombongan menyampaikan hasil kunjungan pemkot.

“Soal air, Turki lebih bagus dari pada Belanda. Cuma selama ini kurang diketahui orang. Itu paling penting diketahui supaya ada pemahaman dari masyarakat kota Banda Aceh, untuk menambah wawasan,” kata Arief. 

Arief mengatakan, selama tujuh hari, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama DPRK Banda Aceh melakukan kunjungan kerja ke Istanbul, Turki. 

Dalam kunjungan tersebut, kata Arif Fadillah, pihaknya telah berhasil meyakinkan pemerintah Turki, khususnya Wali Kota Istanbul untuk membangun kembali hubungan Banda Aceh dengan Istanbul. 

“Walikota Istanbul sepakat, Aceh boleh mengirim 20 orang delegasi ke Turki dari berbagai bidang, dibiayai pemerintah Turki,” kata Arief. 

Saat kunjungan tersebut kita  berbicara panjang lebar tentang rencana ke depan dengan wali kota Istanbul Kadir Topbas, yang merupakan ketua wali kota seluruh dunia. 

“Banyak saran dan solusi yang disampaikan untuk membangun Banda Aceh di masa akan datang,” lanjut Arif.

Kerja sama yang dibangun kedua belah pihak, tidak berbatas waktu, Turki dipastikan sudah membuka diri untuk menerima 20 orang delegasi Aceh di segala bidang, baik pendidikan, bidang umum, air bersih, dan pengelolaan sampah untuk datang ke Turki untuk belajar dan diajar di sana. 

Menurut Arif Fadillah, hal yang membuat pemerintah Turki sangat menyambut baik apa yang dicanangkan oleh Pemerintah kota Banda Aceh adalah karena didasari sejarah Aceh dengan Turki. 

“Truki sangat senang sekali bernostalgia sejarah antara Aceh dengan Turki. Aceh sangat diistimewakan dalam hal ini, semua fasiltitas-fasiltitas yang ada, jika pemko Banda Aceh serius untuk menjalin kerjasama ini, pemerintah Turki akan membuka diri, dan ini sudah dijamin oleh pemerintah Turki,” kata Arief.

Dalam waktu dekat, kata Arif Fadillah, pihaknya akan duduk dengan wali kota untuk pembentukan tim kerjasama Banda Aceh dengan Turki, terkait pengiriman delegasi dan kerja sama lainnya, khususnya di Istanbul.

Sementara itu, ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh, Darlis Aziz. Mengajak semua elemen untuk mendukung langkah dari Pemerintah kota Banda Aceh yang menjajaki kerjasama dengan Istanbul.

“Ini sangat baik, mengingat Istanbul salah satu kota modern saat ini, dan juga merupakan salah satu kota terpadat di dunia saat ini. Istanbul berhasil menjadi kota yang bersih, teratur, humanis dan ramah lingkungan,” ungkapnya.

Darlis Aziz yang pernah hadir ke Istanbul mewakili Indonesia dalam Internasional Students Symposium, sepakat bahwa Istanbul dan Banda Aceh memiliki kesamaan-kesamaan seperti mayoritas muslim dan juga pernah dilakukan kerjasama sebelumnya pada masa Kesultanan Aceh.[]