BANDA ACEH – Anggota DPRK dan tokoh masyarakat Aceh Barat mempertanyakan kelanjutan pembangunan rumah sakit regional di Meulaboh, Aceh Barat kepada Komisi VI DPR Aceh, Kamis, 23 Maret 2017 di ruang rapat Komisi VI DPR Aceh, Banda Aceh.

Kehadiran para anggota DPRK Aceh Barat tersebut sekaligus mempertanyakan bantuan luar negeri yang pernah disampaikan Komisi VI beberapa waktu lalu.

“Mohon ada penjelaskan tentang kelanjutannya, apakah anggaran yang dipakai merupakan pinjaman, atau Pemerintah Aceh sudah memutuskan dari APBA, dan bagaimana jangka waktunya?” tanya Said Mahdani, anggota Komisi A DPRK Aceh Barat.

Sebelumnya pernah tersiar kabar jika dana rencana pembangunan lima rumah sakit regional di Aceh bersumber dari utang luar negeri. Belakangan utang tersebut ditolak dan direalisasikan menggunakan dana APBA dan APBN.

Ketua Komisi VI DPR Aceh T. Iskandar Daod didamping anggota Ummi Kalsum menjelaskan, persoalan anggaran untuk rumah sakit regional sudah clear setelah Menteri Keuangan menyurati Gubernur Aceh yang intinya bahwa biaya pembangunan rumah sakit bersumber dari APBA dan APBN.

“Itu sudah clear, dananya bukan pinjaman tetapi dari APBA dan sebagian dari APBN,” jelas Iskandar Daod.

Anggota DPRK Aceh Barat yang Hadir pada pertemuan tersebut antara lain Said Mahdani, Asrizal Gutama, H Ilyas Yusuf, Herman, dan Abdul Paul. Tokoh Masyarakat yang hadir adalah M Jala.[]