JAKARTA – Maraknya aksi persekusi atau main hakim sendiri yang dilakukan sekelompok orang terhadap warga lainnya, dinilai oleh anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni sebagai tindakan barbar. Aksi ini dinilai bertentangan dengan hukum karena telah mengambil kewenangan aparat hukum dan keamanan.
Aksi ini jelas melanggar hukum, tidak dibenarkan siapa pun itu, mau kelompok atau personal mengambil tindakan hukum secara sendiri tanpa melalui proses hukum yang lazimnya dianut oleh negara Indonesia. Sama saja ini hukum rimba, ujarnya melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com, Jumat, 2 Juni 2017.
Politisi NasDem ini mengimbau kepada Polri untuk segera menindak secara tegas para pelaku persekusi tersebut. Dia berharap Kapolri dan jajarannya tidak ragu dalam mengungkap siapa dalang dan para pelaku persekusi.
“Tindakan tegas harus dikenakan kepada mereka. Harus ada shock terapy bagi pelaku, agar tidak dilakukan oleh yang suka main hakim sendiri. Kepolisian tidak boleh kalah, demi keamanan warga dan kehidupan bersama, tegas Legislator dapil DKI Jakarta III ini.
Di sisi lain, Sahroni juga meminta kepada masyarakat untuk biasa menggunakan jalur hukum sebagai koridor bersama bagi seluruh warga. Jika memang dinilai ada tindakan yang salah dari seseorang, adukanlah kepada pihak yang berwenang.