BANDA ACEH Gubernur Zaini Abdullah mengakui pertumbuhan ekonomi Aceh tahun ini melorot, bahkan lebih rendah dari tahun lalu. Kondisi tersebut berdampak terhadap kemiskinan penduduk Aceh.
Dikutip dari siaran pers dikirim Biro Humas Setda Aceh kepada portalsatu.com, Sabtu, 19 Desember 2015, Zaini Abdullah akrab disapa Abu Doto atau Doto Zaini mengingatkan bahwa sepanjang tahun 2015 perekonomian Indonesia menghadapi tantangan cukup berat. Pertumbuhan ekonomi nasional di bawah 5 persen, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi itu berdampak ke daerah, tidak terkecuali Aceh. Pertumbuhan ekonomi Aceh pada tahun ini berkisar 4,09 persen, juga lebih rendah dibanding tahun lalu yang berkisar 4,82 persen. Kondisi ini berimplikasi pada tingkat kemiskinan yang bertahan pada angka 17,08 persen, ujar Doto Zaini.
Doto Zaini menyebut indikator tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Pemerintah Aceh. Tantangan pembangunan yang dihadapi kian berat mengingat nilai tukar rupiah terhadapat dollar Amerika Serikat belum kunjung membaik.
Kita harus bekerja lebih keras mengejar target pertumbuhan ekonomi Aceh untuk mendekati pertumbuhan nasional, yakni sekitar 5,3 persen itu. Selain dari APBN, dukungan APBA dan APBK sangat penting untuk mencapai sasaran makro ekonomi pada tahun 2016 nanti, kata lulusan Fakultas Kedokteran, USU, Medan itu.
Menurut Doto Zaini, peningkatan volume DIPA Tahun 2016 seyogyanya diawasi dengan baik supaya memberikan dampak positif dalam proses pelaksanaan pembangunan dan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Anggaran ini, kata dia, harus digunakan secara efisien dan efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Aceh.
Diberitakan sebelumnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk Aceh tahun 2016 mencapai Rp 47,1 triliun, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang sekitar Rp28,3 triliun. APBN 2016 tersebut meliputi dana transfer Rp 34,5 triliun, dan dana kewenangan sekitar 12,6 triliun.
Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyampaikan itu di hadapan Wali Nanggroe, Paduka Yang Mulia (PYM) Malik Mahmud Al-Haytar, seluruh bupati/walikota se-Aceh, dan para pimpinan instansi vertikal pada acara penyerahan DIPA APBN Tahun 2016, di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Jumat, 18 Desember 2015. (Baca: APBN 2016 untuk Aceh Capai 47,1 Triliun, Ini Kata Gubernur Zaini).[] (idg)