LHOKSEUMAWE – Sejumlah dosen Politeknik Negeri Lhokseumawe memberikan penyuluhan mengenai penyalahgunaan narkoba kepada pemuda Desa Masjid Punteut, Lhokseumawe. Penyuluhan berlangsung di balai desa setempat, Rabu, 23 Agustus 2017.
Ketua Pelaksana Pengabdian, Juanda mengatakan, penyuluhan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Desa Masjid Punteut juga merupakan desa binaan Politeknik Negeri Lhokseumawe.
Pihaknya merasa sangat prihatin dengan kondisi Aceh, khususnya di Kota Lhokseumawe yang akhir-akhir ini kian marak dengan kabar-kabar meresahkan tentang penyalahgunaan narkoba.
Teranyar, kata Juanda, kasus penemuan 41 kilogram sabu yang berujung pada vonis hukuman mati pada seorang pemuda Kecamatan Blang Mangat pada April lalu.
“Kampus harus ambil bagian dalam kampanye antinarkoba ini sebagai wujud sumbangsih kami dalam menyelamatkan generasi muda bangsa. Melalui penyuluhan ini kami berharap pemuda setempat paham dan lebih hati-hati terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, apalagi saat ini kita (Aceh) berada dalam status darurat narkoba,” kata Juanda kepada portalsatu.com.
Juanda mengatakan, setidaknya ada sekitar 30 pemuda yang mengikuti penyuluhan tersebut. Dari pihak kampus ada empat dosen yang terlibat. Pihaknya juga menggandeng BNN Kota Lhokseumawe untuk memaparkan hal-hal teknis lainnya.
Ia juga mengajak berbagai komponen masyarakat lebih aktif lagi dalam melakukan kampanye antinarkoba. “Peredaran dan penyalahgunaan narkoba sudah tidak pandang bulu lagi, ada anak-anak di bawah umur dan juga perempuan yang terlibat entah itu sebagai pemakai atau pengedar. Mereka ini tanpa sadar sudah dieksploitasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Makanya, harus kita sadarkan kembali, salah satunya melalui penyuluhan seperti ini,” kata Juanda.[] (*sar)